SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perayaan Tahun Baru Imlek tak hanya identik dengan sembahyang dan silaturahmi keluarga.
Dalam tradisi Tionghoa, momen pergantian tahun juga diisi dengan ritual Ciamsi, sebuah tradisi kuno untuk membaca ramalan dan peruntungan setahun ke depan.
Tradisi ini biasanya dilakukan tepat saat pergantian Tahun Baru Imlek. Pada Imlek 2577 Kongzili yang memasuki Tahun Kuda Api, syair Ciam Si yang keluar bernomor 13 Bintang Siet.
Isi syair tersebut berbunyi: tentang mendirikan rumah tangga telah berhasil, empat musim dalam ketenteraman. Jika menghendaki lebih gembira, awan biru telah timbul di bawah kaki.
Humas TITD Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial, menjelaskan bahwa makna Ciamsi tahun ini selaras dengan karakter Kuda Api.
”Secara global, Ciamsi tahun ini sebetulnya sesuai dengan kuda api. Sifatnya yang mendobrak, menggebu-gebu, serta keras. Dalam situasi tidak tentu ini, tergantung pada diri masing-masing. Harus tetap semangat untuk perubahan,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, Tahun Kuda Api identik dengan energi besar, keberanian, dan dorongan kuat untuk bergerak maju.
Mereka yang siap menghadapi perubahan dan berani mengambil langkah diyakini memiliki peluang besar untuk berhasil.
Kondisi ekonomi yang belakangan terasa lesu pun dipercaya dapat bangkit, asalkan disertai terobosan dan semangat baru.
Namun, pergantian tahun juga membawa dinamika bagi sejumlah shio. Tahun ini, shio yang mengalami ciong besar adalah kuda dan tikus. Sementara ciong kecil dialami shio kelinci dan ayam.
”Tahun ini kuda api, ada gejolak tinggi, tapi tergantung manusia bisa kendalikan diri atau tidak. Tahun ini, lebih pada pengendalian diri,” lanjut Gunadi.
Perayaan Imlek 2577 Kongzili masih berlanjut dengan sejumlah agenda keagamaan. Pada Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WITA digelar sembahyang menyambut turunnya para dewa (Jie Shen).
Kemudian Selasa (24/2/2026) pukul 23.20 WITA dilaksanakan sembahyang Tuhan Yang Maha Esa atau Ji Tian Gong/Yu Huang Shang Di.
Rangkaian ditutup pada Selasa (3/3/2026) pukul 08.30 WITA dengan sembahyang Yuan Xiao Jie atau Cap Go Meh, dilanjutkan ritual tolak bala (Cisuak). (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya