Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perkuat Akurasi Data Bansos di Buleleng, Ribuan Agen Perlinsos Diterjunkan. Tak Dapat Bantuan Masyarakat Bisa Ajukan Laporan

Francelino Junior • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:03 WIB
BIMBINGAN TEKNIS: Suasana bimbingan teknis agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka dilibatkan untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial di Buleleng. (Pemkab Buleleng)
BIMBINGAN TEKNIS: Suasana bimbingan teknis agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka dilibatkan untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial di Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng berupaya memastikan bantuan sosial (bansos) benar-benar diterima masyarakat yang berhak. 

Salah satunya melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan Portal Perlinsos bagi agen Perlinsos se-Buleleng yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng itu juga dirangkaikan dengan peluncuran inovasi layanan sosial bertajuk “BESTIE Buleleng”.

Bimtek tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, mewakili Bupati Buleleng. 

Seluruh agen Perlinsos dari berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng turut mengikuti kegiatan tersebut.

Sekda Suyasa mengatakan, Portal Perlinsos menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat validasi data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Melalui sistem tersebut, data masyarakat miskin kategori desil 1 hingga desil 5 akan diverifikasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Sekitar 103 ribu kepala keluarga di Buleleng akan diverifikasi melalui aplikasi ini. Ketika NIK dimasukkan, sistem akan menampilkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sehingga dapat diketahui siapa yang layak menerima bantuan sosial dan siapa yang perlu dievaluasi kembali,” jelasnya.

Menurutnya, validasi data yang lebih akurat penting untuk meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan sekaligus mengurangi potensi kecemburuan sosial di masyarakat.

Dalam proses pendataan itu, agen Perlinsos memiliki peran penting sebagai pendamping masyarakat, khususnya dalam membantu proses penginputan data ke dalam sistem aplikasi.

Selain memperkuat sistem pendataan bansos, Pemkab Buleleng juga meluncurkan inovasi layanan sosial “BESTIE Buleleng” atau Bersama Edukasi Sebaya Tumbuhkan Inspirasi dan Empati.

Melalui layanan tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk melaporkan warga yang dinilai layak menerima bantuan sosial namun belum terdata dalam sistem perlindungan sosial pemerintah.

“Kalau ada masyarakat yang melihat warga lain layak menerima bantuan sosial tetapi belum masuk data Perlinsos, itu bisa dilaporkan melalui aplikasi BESTIE dengan memasukkan identitas dan NIK yang bersangkutan. Nantinya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial,” ujar Sekda Suyasa.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 1.138 agen Perlinsos untuk mendampingi masyarakat selama proses pendataan dan verifikasi berlangsung.

Menurutnya, masyarakat juga diberikan kesempatan mengajukan laporan, pengusulan, maupun sanggahan, apabila data yang tercantum tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Misalnya terkait kepemilikan aset atau penggunaan daya listrik yang tidak sesuai fakta di lapangan, itu bisa diajukan sanggahan agar hasil verifikasi lebih tepat,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bantuan sosial #masyarakat miskin #bansos #buleleng #bantuan