SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kisah spiritual Jarat Karu bakal menjadi daya tarik utama Peed Aya Kabupaten Buleleng pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Garapan tematik yang mengangkat cerita rakyat khas Buleleng itu akan dikemas dalam pertunjukan kolosal yang melibatkan sekitar 350 seniman lintas sanggar dan komunitas seni.
Tim kreatif Peed Aya Buleleng, Kadek Angga Wahyu Pradana, menjelaskan konsep Jarat Karu dipilih karena sejalan dengan tema PKB 2026, yakni Atma Kerti.
Ide garapan tersebut disusun bersama Ketua Paguyuban Seni Bali (PSB) Buleleng, Gede Pande Satria Kusuma Yudha atau yang akrab disapa Olit, sebagai konseptor utama.
Menurut Angga, Jarat Karu berkisah tentang seorang mpu sakti yang mendapat petunjuk untuk menikah setelah melihat leluhurnya berada di antara alam surga dan neraka.
Leluhur tersebut belum mampu mencapai kesempurnaan karena tidak memiliki keturunan yang dapat melanjutkan garis keluarga dan melaksanakan kewajiban spiritual.
Kisah itu kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah pertunjukan megah yang memadukan unsur tari, drama, musik tradisi, hingga simbol-simbol budaya khas Buleleng.
“Garapan tematik ini menjadi poin sentral dalam Peed Aya Buleleng tahun ini. Ceritanya diangkat dari khazanah budaya lokal Buleleng dan disesuaikan dengan tema PKB 2026,” ujar Angga.
Sebanyak 80 orang seniman secara khusus dilibatkan dalam segmen garapan tematik tersebut.
Sementara secara keseluruhan, Peed Aya Buleleng akan diperkuat sekitar 350 seniman yang tergabung dalam PSB Buleleng dan berasal dari berbagai komunitas seni di daerah tersebut.
Mereka di antaranya berasal dari Sanggar Seni Wahyu Semara Santi, Komunitas Seni Porosan Desa Selat, Kelompok Tari Kembang Deeng, Komunitas Daneswara Pemaron, serta sejumlah kelompok seni lainnya.
Tak hanya menampilkan garapan tematik, Peed Aya Buleleng juga menghadirkan beragam kolaborasi kesenian. Mulai dari barisan Jegeg Bagus Buleleng, Tari Kembang Deeng massal yang melibatkan sekitar 50 penari, hingga Tari Baris Kreasi yang diperagakan 30 penari.
Nuansa keberagaman yang menjadi ciri khas Buleleng turut dihadirkan melalui kolaborasi instrumen gamelan Bali dengan kesenian Burdah dari Desa Pegayaman.
Perpaduan tersebut mengusung pesan menyama braya dan keharmonisan kehidupan masyarakat Hindu dan Muslim yang telah terjalin lama di Bumi Panji Sakti.
Dari sisi musikalitas, pertunjukan akan diperkuat sekitar 70 penabuh yang tergabung dalam kelompok Adi Merdangga.
Kehadiran ratusan seniman dari berbagai unsur seni menjadikan garapan tematik Jarat Karu sebagai bagian terbesar dalam struktur Peed Aya Buleleng tahun ini.
Persiapan menuju PKB disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Tim kreatif bersama para pembina dan pimpinan kelompok seni secara rutin menggelar latihan gabungan guna menyatukan konsep pertunjukan, gerak tari, iringan musik, hingga penggunaan properti.
“Latihan bersama sudah hampir enam kali dilaksanakan. Tantangan terbesarnya justru menyatukan ratusan seniman dari berbagai kelompok. Tetapi kami terbantu karena setiap komunitas memiliki leader masing-masing,” kata Angga.
Sebagai bagian dari proses pematangan, pada 26 Mei lalu tim Peed Aya Buleleng mendapat pembinaan langsung dari kurator PKB, Prof. I Made Bandem dan Prof. I Komang Sudirga, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno Singaraja.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Bandem mengapresiasi kesiapan serta semangat para seniman muda yang tergabung dalam Duta Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, konsep maupun penyajian garapan yang dipersiapkan telah menunjukkan kualitas yang baik.
"Secara umum berbagai persiapan dan pembawaan garapan sudah ditampilkan sangat baik. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi agar saat tampil pada Pembukaan PKB nanti dapat berlangsung optimal," ujar Bandem.
Meski demikian, pihak kurator tetap memberikan sejumlah catatan teknis dan artistik sebagai bahan evaluasi agar kualitas pertunjukan semakin matang saat tampil di panggung PKB nanti.
"Beberapa koreksi yang kami berikan diharapkan menjadi referensi dan bahan evaluasi. Garapan yang sudah baik ini masih bisa terus dioptimalkan sehingga saat tampil nanti mampu memberikan penampilan terbaik bagi Buleleng," katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya