SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kabupaten Buleleng memastikan diri tampil lebih semarak pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 yang akan digelar di Art Center Denpasar dan kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali.
Tahun ini, Buleleng mengirimkan 15 materi kesenian, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 11 penampilan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengatakan seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir.
Bahkan beberapa materi seni sudah lebih dulu diuji coba saat pembukaan Bulan Bung Karno di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Senin (1/6/2026) lalu.
“Dari materi sajian, tahun lalu ada sebelas. Sekarang menjadi 15, bertambah empat materi baru. Secara umum semuanya sudah siap, tinggal tampil saja,” ujarnya.
Adapun empat materi baru yang akan memperkuat kontingen Buleleng tahun ini antara lain wayang genjek, janger tradisi remaja, nglawang, serta angklung kebyar khas yang menggantikan gong legendaris.
Kehadiran sejumlah materi baru tersebut diharapkan mampu menambah warna sekaligus mempertegas kekayaan seni tradisi Buleleng di panggung PKB.
Sebanyak 15 penampilan yang akan mewakili Buleleng berasal dari berbagai sanggar seni dan komunitas budaya di sejumlah desa. Di antaranya Paguyuban Seniman Bali (PSB) Buleleng untuk peed aya, Sanggar Seni Werdhi Suara Desa Gobleg pada parade joged bumbung tradisi, Yowana Shanti Adnyana Desa Anturan untuk lomba baleganjur remaja, hingga Sanggar Seni Rare Kual Topeng Desa Panji yang akan tampil dalam utsawa nglawang.
Selain itu, ada pula Sanggar Mada Janu Mukti Desa Busungbiu pada gong kebyar wanita, Tim Penggerak PKK Buleleng dalam parade busana adat khas kabupaten/kota, Sanggar Seni Suara Mustika Banyuning dan Sanggar Tari serta Tabuh Pentas Marak Lestari Desa Bubunan yang tampil pada kategori gong kebyar anak-anak.
Duta seni Buleleng juga diperkuat Sanggar Seni Nong Nong Kling melalui pergelaran drama gong, Sanggar Seni Wahana Santhi Desa Umejero pada lomba Tari Barong Ket, Sekaa Yowana Mudita Desa Adat Kalibukbuk untuk janger tradisi remaja, Sanggar Seni Joged Mangun Semara Desa Selat pada joged bumbung tradisi.
Ditambah pula Sekaa Angklung Kebyar Shanti Ulangun Desa Ambengan pada angklung kebyar khas, Sanggar Seni Langen Kerti Budaya Desa Lokapaksa pada gong kebyar dewasa, hingga Wayang Genjek Desa Bungkulan yang akan tampil dalam rekasedana wayang.
Menurut Wisandika, sejumlah materi unggulan yang diandalkan Buleleng merupakan kesenian yang lahir dan berkembang di daerah tersebut.
Mulai dari gong kebyar anak-anak, gong kebyar wanita, gong kebyar dewasa, hingga drama gong yang selama ini menjadi identitas kuat kesenian Buleleng.
Ia memastikan seluruh peserta telah mendapatkan pendampingan intensif dari Disbudpar Buleleng bersama tim pembina dari Pemerintah Provinsi Bali, sehingga siap memberikan penampilan terbaik selama gelaran PKB 2026. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya