SUKASADA, RadarBuleleng.id - Siswa di SDN 3 Gitgit mendapat sosialisasi penanganan dampak bencana dari Dinas Sosial Buleleng.
Sosialisasi itu berlangsung pada Senin (3/2/2025). Lewat sosialisasi itu, siswa diharapkan lebih siaga dari bencana.
Kegiatan sosialisasi itu melibatkan berbagai pihak. Diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.
Sosialisasi sengaja dilakukan, sebab sekolah tersebut berada di salah satu titik rawan bencana di Kabupaten Buleleng.
Dalam sosialisasi itu, siswa mendapat pemahaman tentang pencegahan bencana. Termasuk mendapat materi terkait evakuasi.
Baca Juga: Bencana Longsor Marak. Pemerintah Sebut Dampak Alih Fungsi Lahan
Istimewanya lagi, siswa diajak mencicipi ransum makanan siap saji. Lewat makan bersama itu, Dinsos ingin memberi penekanan bahwa makanan siap saji juga sedap. Bukan makanan yang dibuat dengan asal-asalan.
Perbekel Gitgit, Putu Arcana, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya ada empat SD di Desa Gitgit. Dari keempat SD tersebut, SDN 3 Gitgit berada di lokasi yang paling ekstrem.
“Memang SDN 3 Gitgit ini yang paling rawan bencana. Topografi wilayah kami, apalagi di SD 3 ini kemiringan wilayahnya ada di atas 45 derajat,” ujarnya.
Menurutnya dari sisi kelayakan lahan untuk fasilitas umum (fasum), sebenarnya sudah tidak memenuhi kriteria. Namun karena situasi dan kondisi, mau tidak mau pemerintah harus membangun fasilitas pendidikan di lokasi itu.
“Kami sangat apresiasi karena telah mengedukasi siswa, guru, termasuk kami perangkat desa. Karena memang potensi kebencanaan cukup besar,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinsos Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan, edukasi itu sangat penting bagi warga sekolah.
“Sehingga bisa melakukan antisipasi teknis apabila terjadi bencana di wilayah sekolah,” katanya.
Kariaman mengatakan, kegiatan bukan hanya berhenti di SDN 3 Gitgit. Tapi akan berlanjut ke sekolah-sekolah lain yang masuk dalam peta rawan bencana.
“Supaya seluruh warga sekolah siap untuk selamat,” tegasnya.
Terpisah, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, kolaborasi itu akan terus dilakukan. Harapannya seluruh sekolah menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
“Kami harap semua sekolah kedepannya bisa menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana. Tentu kami akan terus kolaborasi bersama berbagai pihak untuk mewujudkan hal ini,” tegas Ariadi.
Selain diisi dengan sosialisasi pasca-bencana serta pemberian makanan siap saji, juga diisi dengan pemberian sembako kepada keluarga miskin, yatim-piatu, serta disabilitas. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya