Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buntut Kasus Rabies di Pancasari, Ratusan Ekor Hewan Peliharaan Dapat Vaksin. Warga Angkut Hewan Peliharaan Pakai Pick Up

Francelino Junior • Senin, 3 Maret 2025 | 22:25 WIB

 

VAKSIN DULU: Proses vaksinasi hewan penular rabies berupa anjing dan kucing di Desa Pancasari. Vaksinasi digelar sebagai buntut kasus rabies yang muncul di desa tersebut.
VAKSIN DULU: Proses vaksinasi hewan penular rabies berupa anjing dan kucing di Desa Pancasari. Vaksinasi digelar sebagai buntut kasus rabies yang muncul di desa tersebut.

SUKASADA, RadarBuleleng.id - Kasus rabies yang mengakibatkan seorang warga Buleleng meninggal dunia, benar-benar menyita perhatian publik. Terutama di Desa Pancasari.

Maklum saja, warga itu tewas setelah digigit anjing liar di Desa Pancasari. Warga pun khawatir jika hewan peliharaan mereka tertular rabies.

Dinas Pertanian Buleleng melakukan upaya pencegahan penularan rabies. Salah satunya lewat program vaksinasi massal yang dilakukan pada Senin (3/3/2025).

Dalam vaksinasi massal itu, Dinas Pertanian Buleleng membagi dua tim. Yakni tim yang melakukan vaksinasi di areal pasar, dan tim yang siaga di Kantor Perbekel.

Tim pertama menyisir hewan-hewan yang ada di areal pasar. Hewan tersebut divaksin menggunakan alat bantu tulup.

Sedangkan tim kedua melakukan vaksinasi di area Kantor Perbekel Pancasari. Warga pun berbondong-bondong membawa hewan peliharaan mereka. Baik anjing maupun kucing.

Baca Juga: Besok, Dinas Pertanian Buleleng Gelar Vaksinasi Massal di Pancasari. Gegara Kasus Rabies Berujung Korban Jiwa

Hingga Senin siang, ada 295 ekor Hewan Penular Rabies yang mendapatkan vaksin pencegahan rabies.

Warga terlihat antusiasi memvaksin hewan mereka. Ada yang mengajak hewan peliharaan mereka menggunakan sepeda motor. Bahkan ada juga yang menggunakan mobil pick up, karena punya banyak hewan peliharaan.

Perbekel Pancasari, Wayan Komiarsa mengatakan, kasus gigitan anjing rabies yang terjadi beberapa bulan lalu cukup membuat warga resah. Saat ada vaksinasi rabies, warga pun antusias dengan program itu.

“Masalahnya memang di anjing liar. Apalagi di pasar desa ini. Entah dari mana anjing itu datang,” ujarnya.

Menyusul mencuatnya kasus rabies, pemerintah desa akan duduk bersama dengan desa adat. Sehingga kasus rabies tidak menyebar.

“Terutama menyangkut penanganan anjing liar dan orang buang anjing. Terus terang saja, kami risih juga. Tapi kalau eliminasi juga tidak disarankan. Sehingga kami dilema,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, pihaknya menggencarkan upaya vaksinasi untuk memutus rantai penyebaran rabies di Buleleng. Khususnya di Pancasari.

Gede Melandrat mengakui populasi anjing liar di Desa Pancasari cukup banyak. Terutama di kawasan Pasar Desa Pancasari.

“Saat ini hewan-hewan itu kami vaksin saja dulu. Kalau eliminasi sih tidak. Tapi kami harap, pemerintah desa juga membantu agar tidak ada lagi masyarakat yang membuang anjing atau kucing di pasar,” tegas Melandrat.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, tewas akibat rabies.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (22/2/2025). Namun dia dinyatakan meninggal pada Senin (24/2/2025).

Dari penelusuran tim medis, korban sempat digigit anjing liar di Desa Pancasari pada November lalu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pick up #rabies #buleleng #pancasari #vaksin