SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebuah hotel di Buleleng, yakni Spa Village Resort di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula mendadak bangkrut.
Tidak ada penjelasan pasti mengapa salah satu hotel di Bali Utara tersebut tiba-tiba tutup dan menghentikan seluruh aktivitasnya terhitung sejak Selasa (1/10/2024) lalu.
Akibatnya, puluhan orang warga, terutama warga di Desa Tembok kini kehilangan mata pencahariannya.
Hotel tersebut merupakan salah satu hotel yang cukup banyak menyerap tenaga kerja lokal. Sebagian besar karyawannya merupakan warga dari desa setempat.
Dari 62 orang karyawan yang bekerja di sana, sebanyak 40 orang diantaranya merupakan penduduk Desa Tembok.
Saat hotel menghentikan aktivitasnya, praktis hal itu memberikan dampak yang cukup berat bagi warga setempat.
Ditambah lagi, tidak ada pesangon yang dibayarkan. Uang jasa dan tip bulan September yang menjadi hak karyawan, juga belum diberikan.
Para karyawan kini menuntut kejelasan terkait nasib mereka, setelah tutupnya hotel tersebut. Apakah mereka di-PHK atau masih tetap dipekerjakan.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng, Made Juartawan mengungkapkan, hingga kini belum ada kejelasan terkait operasional tersebut. Apakah tutup sementara atau tutup permanen.
“Informasi sementara ada pertimbangan operasional. Cuma belum ada informasi lebih lanjut soal ini, karena manajemen ada di Malaysia,” kata Juartawan.
Apabila tutup sementara, maka perusahaan harus bertemu dengan karyawan. Perusahaan juga harus menjelaskan hak dan kewajiban karyawan saat hotel tutup sementara.
Namun bila tutup permanen, maka hotel harus menyelesaikan seluruh kewajiban mereka. Terutama pemberian pesangon.
Disnaker Buleleng sudah berusaha melakukan mediasi dengan pihak manajemen yang ada di Indonesia. Sayangnya hal itu tidak membuahkan hasil.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Perbekel Tembok pada Jumat (12/10/2024), eks manajemen Spa Village Resort tidak bisa berbuat banyak. Karena manajemen sudah diambil alih oleh manajemen pusat di Malaysia.
“Kami masih berusaha melakukan komunikasi dengan manajemen pusat. Mudah-mudahan ada hasil,” kata Juartawan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.