Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tanam 500 Bibit Pohon, Pemuda Tejakula Galang Gerakan Konservasi Kawasan Hulu Buleleng

Eka Prasetya • Senin, 30 Desember 2024 | 01:45 WIB

 

TANAM POHON: Inisiator Taru Movement, Gede Kamajaya (kanan) melakukan penanaman pohon di wilayah hulu Kecamatan Tejakula.
TANAM POHON: Inisiator Taru Movement, Gede Kamajaya (kanan) melakukan penanaman pohon di wilayah hulu Kecamatan Tejakula.

TEJAKULA, RadarBuleleng.id – Pemuda Kecamatan Tejakula yang tergabung dalam komunitas Taru Movement kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan mengadakan aksi konservasi. 

Kegiatan tersebut berupa penanaman 500 bibit pohon di tiga desa, yaitu Desa Tejakula, Desa Les, dan Desa Tembok, pada Minggu (29/12/2024) dan berlanjut pada Senin (30/12/2024).

Bibit yang ditanam terdiri dari jenis bambu yang didukung oleh Yayasan Bambu Lestari serta bibit pohon ficus. 

Penanaman difokuskan pada kawasan hulu, termasuk titik-titik rawan longsor dan bantaran sungai, untuk mendukung pelestarian sumber air.

Inisiator Taru Movement, Gede Kamajaya, menyatakan bahwa aksi ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap ancaman krisis air bersih di Bali, khususnya di Kecamatan Tejakula. 

Data dari Yayasan IDEP menunjukkan penurunan suplai air hingga 50 kubik per detik dalam satu dekade terakhir, menjadi peringatan keras akan pentingnya konservasi lingkungan.

“Bali, khususnya Buleleng, sudah lama menghadapi tantangan air bersih. Jika tidak ada langkah nyata, krisis air yang lebih parah akan terjadi dalam 10 tahun ke depan,” ujar Kamajaya, yang juga merupakan dosen Universitas Udayana.

Ia berharap aksi ini menjadi inspirasi untuk gerakan konservasi yang lebih luas, terutama di kawasan-kawasan potensial sebagai penghasil sumber air. 

“Kami ingin inisiatif kecil ini memicu gerakan kolektif yang lebih besar untuk melestarikan kawasan hulu,” tambahnya.

Bibit-bibit pohon yang ditanam akan dikelola dan dipantau oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di masing-masing desa. 

Diharapkan pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan baik dan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air di wilayah Tejakula. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#tejakula #air #pohon #buleleng #konservasi #hulu