Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gebug Kulkul PKK Buleleng Digencarkan, Warga Diminta Urus Sampah dari Rumah

Eka Prasetya • Minggu, 5 April 2026 | 15:52 WIB
GOTONG ROYONG: Aksi gotong royong di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula. (Pemkab Buleleng)
GOTONG ROYONG: Aksi gotong royong di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Komitmen menjaga kebersihan lingkungan terus digaungkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng melalui program “Gebug Kulkul PKK”. 

Program ini kembali digelar melalui kegiatan gotong royong di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Minggu (5/4/2026).

Sekretaris TP PKK Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna, menegaskan bahwa program yang rutin dilaksanakan setiap Minggu awal bulan ini tidak sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi menjadi upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Dalam arahannya, Hermawati menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar tidak sepenuhnya menggantungkan persoalan sampah kepada pemerintah desa. 

Ia menilai, tanggung jawab kebersihan harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

“Tyang tidak setuju kalau semua sampah diserahkan tanggung jawabnya kepada desa. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita masing-masing, mulai dari rumah sampai ke telajakan.” ungkapnya

Menurutnya, jika setiap keluarga mampu menjaga kebersihan dari rumah hingga ke telajakan, persoalan sampah di tingkat desa akan jauh lebih mudah diatasi.

Ia juga mengingatkan bahwa budaya gotong royong tetap penting, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab pribadi. Gotong royong, lanjutnya, lebih tepat dimaknai sebagai sarana memperkuat kebersamaan sosial.

“Tidak perlu menunggu gotong royong. Kalau setiap rumah bersih setiap hari, lingkungan pasti bersih tanpa harus disuruh. Kita ingin merubah pola pikir. Kalau mau sehat, mulai dari rumah sendiri. Pilah sampah kita, bersihkan yang kecil-kecil supaya tidak menjadi sumber penyakit.” tegas Hermawati.

Selain itu, program Gebug Kulkul PKK juga diarahkan untuk memperkuat layanan dasar masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, hingga optimalisasi layanan Posyandu.

Sementara itu, Camat Tejakula, Kadek Agus Hartika, melihat potensi besar pengelolaan sampah mandiri di wilayahnya. Ketersediaan lahan pertanian dan perkebunan dinilai bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik.

“Kita punya lahan luas pertanian dan perkebunan. Untuk sampah organik, masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang ada dengan membuat lubang dan menimbunnya.” jelasnya

Ia juga mengungkapkan dukungan pengelolaan sampah, khususnya anorganik, mulai datang dari berbagai pihak, termasuk warga asing dan pengelola vila di kawasan tersebut.

“Beberapa warga asing dan pengelola vila sudah ikut mendukung, terutama dalam penanganan sampah anorganik. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai peduli, memilah sampah, dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#gotong royong #pkk #Sambirenteng #sampah #buleleng