SINGARAJA-Lomba Baleganjur dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singaraja ke-420 tahun, ternyata didominasi kalangan pelajar atau sekolah.
Peserta dalam lomba ini diketahui hanya sebanyak 10 kelompok.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika tak menampik minimnya peserta pada lomba baleganjur perdana serangkaian HUT Kota Singaraja.
Bahkan dari 10 peserta, hanya dua peserta yang berasal dari sanggar seni, sisanya berasal dari sejumlah SMA/SMK di Buleleng.
10 peserta itu antara lain SMAN 1 Singaraja, SMAN 2 Singaraja, SMAN 3 Singaraja, SMAN 4 Singaraja, SMKN 1 Singaraja, SMKN 3 Singaraja, SMAN 1 Seririt, SMAN 2 Gerokgak, Sekaa Gong Rare Mekar, dan Padepokan Seni Dwi Mekar.
“Maklum lomba baleganjur pertama, kesannya mepet waktu. Banyak juga sanggar yang kendala mepet waktu serta anggotanya yang di luar kota,” ujar Wisandika ditemui pada Sabtu (23/3) pagi.
Meski hanya 10 peserta yang terlibat, tetapi Wisandika menyebutkan jumlah tersebut sudah melebihi target.
Karena jumlah juara yang disiapkan sebanyak sembilan. Sehingga dari 10 peserta, hanya satu peserta yang tidak mendapat juara.
“Tahun depan akan kita setting waktu persiapan lombanya, sehingga panjang waktu persiapannya bagi peserta,” lanjut Kadis Kebudayaan itu.
Mengenai tahapan lomba baleganjur, Wisandika mengatakan, saat ini sudah dilakukan technical meeting membahas teknis lomba juga pengambilan nomor undi penampilan peserta.
SMKN 3 Singaraja menjadi pembuka, sedangkan Padepokan Seni Dwi Mekar menjadi penutup lomba.
“Lomba akan dilaksanakan di depan air mancur Taman Kota Singaraja pada Jumat (29/3), usai pelaksanaan jalan santai HUT Kota Singaraja. Peserta akan melakukan atraksi disana, disediakan panggung,” pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak