SINGARAJA-Hingga saat ini, Polres Buleleng belum berhasil mengungkapkan kasus pembuang potongan bayi yang ditemukan di Banjar Dinas Alas Arum, Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng pada Sabtu (21/1) sekitar pukul 06.00 WITA.
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Arung Wiratama mengatakan hingga saat ini pihaknya sudah menjajagi sejumlah rumah sakit serta bidan di wilayah Kecamatan Seririt.
Hal ini guna mengetahui rekam jejak wanita melahirkan maupun yang berobat dengan keluhan pasca melahirkan.
Saat ini, Tim Khusus Polres Buleleng masih menggali informasi di warga sekitar lokasi kejadian. Meskipun ada CCTV di jalur menuju pantai yang menjadi lokasi penemuan, tetapi kamera pengintai itu ternyata tidak menyorot ke jalan.
Hal ini juga menyulitkan pengembangan dan pengungkapan. Ditambah minimnya saksi mata.
"Hingga saat ini kami sudah periksa sekitar delapan sampai 10 bidan yang ada di puskesmas dan rumah sakit," kata AKP Arung ditemui di Mapolres Buleleng pada Senin (5/2) pagi.
Mengenai hasil otopsi, Polres Buleleng belum menerima hasil secara resmi dari RSUD Buleleng.
Untuk itu, polisi pun belum berani menyimpulkan bila bayi malang itu menjadi korban mutilasi atau bukan.
"Secara kasat mata, potongan tubuh bayi itu terlihat rapi. Tapi belum dipastikan itu ulah orang profesional atau amatir. Apalagi bagian tubuh lainnya belum ditemukan," sambungnya.
Disinggung pencarian pelaku menggunakan jalur niskala, AKP Arung mengatakan pihaknya belum berniat menempuh jalur itu.
Polres Buleleng saat ini masih mengandalkan teknik saintifik dalam menganalisis pemilik bayi malang yang hanya ditemukan kaki dan orang dalamnya saja.
"Kalau cara seperti itu, kami belum ada arah ke sana untuk memakainya. Saat ini kami masih gunakan teknik saintifik dulu," jelasnya dengan senyum kecil.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kalianget, Kecamatan Seririt dihebohkan dengan penemuan potongan tubuh bayi di semak-semak.
Temuan itu terjadi di Banjar Dinas Alas Harum, Desa Kalianget pada Sabtu (21/1) sekitar pukul 06.00 WITA.
Penemuan ini diketahui Made Surtikanti, 44, yang rumahnya juga di sekitar lokasi penemuan.
Awalnya, saksi Surtikanti melihat ibunya, Wayan Gelis, 60, tengah mencari daun pisang di sebelah barat rumahnya.
Saat bersamaan, Surtikanti melihat seekor anjing sedang menggigit sesuatu. Ia pun berinisiatif menggertak anjing tersebut agar melepaskan benda yang digigitnya.
Surtikanti saat itu sepintas melihat benda tersebut menyerupai potongan kaki bayi.
Berusaha memastikan, saksi lalu mendekati benda misterius itu dan ternyata ada dua potongan kaki bayi ditambah organ dalam.
Saksi Surtikanti lalu menghubungi suaminya untuk melaporkan penemuan itu ke aparat desa.
Dari penelusuran lebih lanjut oleh Kelian Banjar Dinas Alas Arum, ternyata ditemukan kembali beberapa kantong plastik di pinggir pantai Desa Kalianget yang diduga berisi organ dalam lainnya.
Yakni tali pusar sepanjang 40 cm dan ari-ari bayi berisi darah di dalam plastik.
Selain itu, ditemukan juga satu potong baju kebaya anak-anak, satu potong sarung bantal, dan satu potong pampers yang semuanya diduga berisi bercak darah. ***
Editor : Donny Tabelak