SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hari raya Galungan menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh para pedagang di Buleleng.
Termasuk para pedagang jam tangan yang biasa berjualan di kawasan Pasar Anyar, Singaraja.
Menjelang hari raya, biasanya masyarakat akan membeli pakaian dan aksesoris yang serba baru. Termasuk jam tangan.
Namun belakangan ini, animo masyarakat membeli jam tangan kian lesu. Para pedagang pun hanya menarik nafas panjang, berharap bisa bertahan dari hari ke hari.
Salah seorang pedagang jam di Pasar Anyar Singaraja, Fajar mengaku bila penjualan maupun perbaikan jam kini kian sepi. Kondisi ini berbeda dengan Galungan edisi sebelumnya.
Fajar mengaku pendapatannya pada momen hari raya kali ini hanya Rp 100-250 ribu saja.
Berbeda dengan hari raya sebelumnya. Saat itu ia mampu membawa pulang uang sebanyak Rp 2 juta dalam satu hari saja.
Menurutnya, posisi Pasar Anyar sebenarnya sangat strategis. Lokasinya ada di tengah kota.
Masyarakat biasanya datang ke pasar untuk membeli bahan makanan, buah, hingga pakaian. Ada juga yang mampir ke lapak jam untuk memperbaiki jam tangan mereka.
“Sekarang agak sepi. Kalau dulu, mulai penampahan Galungan saja sudah ramai sekali yang datang, dari ganti baterai jam, ganti tali jam, sampai beli kacamata untuk jalan-jalan,” ujarnya.
Fajar menduga efek Pemilu 2024 juga menjadi faktor sepinya daya beli masyarakat.
Ia menduga semua uang hanya difokuskan untuk kampanye saja. Sehingga saat dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga maupun pribadi, menjadi sangat sulit.
Ditambah lagi persaingan dengan lapak online yang kian parah. Ia mengaku jam tangan yang dia jual pernah ditawar seharga Rp 13 ribu.
Padahal untuk membeli sebuah jam, paling tidak dia harus memiliki modal Rp 50 ribu.
“Ada toko online memang penjualan jadi cukup sepi. Karena harga disana cukup murah. Tetapi kami tetap bertahan dengan harga pasaran di Buleleng,” lanjut pria asal Kampung Bugis itu.
Biasanya para pedagang jam menutup lapak mereka sekitar pukul 17.00 Wita. Tapi karena sepi, mereka memilih tutup lebih awal, yakni pukul 13.00 Wita. (*)
Editor : Eka Prasetya