Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Inggris Ikut Investasi Proyek Listrik di Bendungan Titab, Buleleng. Apa Alasannya?

Eka Prasetya • Jumat, 8 Maret 2024 | 21:48 WIB

 

Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris, Graham Stuart (tengah) saat mengunjungi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Bendungan Titab, Buleleng, pada Jumat (8/3/2024).
Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris, Graham Stuart (tengah) saat mengunjungi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Bendungan Titab, Buleleng, pada Jumat (8/3/2024).

SERIRIT, RadarBuleleng.id - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTM) kini tengah berlangsung di Bendungan Titab, Buleleng.

Pembangunan itu melibatkan pihak swasta. Diantaranya PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Brantas Mahalona Energi.

Uniknya Pemerintah Inggris juga ikut memberikan suntikan modal dalam pembangunan proyek tersebut.

Proyek itu cukup prestisius. Pihak perusahaan menyiapkan dana hingga Rp 24,68 miliar untuk pembangunan tersebut.

Setelah proyek tuntas, PLTM itu diharapkan bisa menghasilkan energi sebanyak 1,26 megawatt. Energi sebanyak itu setara dengan kebutuhan energi 600 rumah.

Saat ini proyek tengah dalam proses pemasangan turbin. Targetnya pemasangan turbin dan pipa tuntas dalam beberapa minggu mendatang. Sehingga bisa beroperasi pada April nanti.

Proyek itu juga mendapat perhatian dari pemerintah Inggris. Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris, Graham Stuart meninjau perkembangan proyek tersebut pada Jumat (8/3/2024) pagi.

Stuart sengaja datang untuk melihat perkembangan proyek. Karena pemerintah Inggris menyuntikkan hibah modal sebanyak 15 persen dari total nilai proyek, atau sekitar Rp 3,85 miliar.

Menurutnya pemerintah Inggris sengaja menyuntikkan modal khusus untuk proyek energi terbarukan. Modal itu disuntikkan melalui program MENTARI atau Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia.

Program Mentari, kata Stuart, merupakan program percepatan akses energi bersih yang murah dan terjangkau bagi masyarakat. Khususnya di Bali dan Buleleng.

“Atas nama Pemerintah Inggris, saya sangat bangga dapat mengambil bagian dalam perjalanan transisi energi terbarukan di Indonesia melalui program MENTARI,” ujarnya.

Stuart mengungkapkan, Buleleng sengaja dipilih sebagai lokasi proyek, karena di Buleleng terdapat Bendungan Titab yang telah beroperasi secara penuh.

Melihat potensi debit air yang ada di Bendungan Titab, peluang pembangunan PLTM sangat terbuka lebar.

“Kami ingin mendukung energi bersih dan Bali harus menjadi yang terdepan memimpin dalam urusan energi bersih melalui ambisi peta jalan Net Zero 2045,” katanya.

Stuart menilai negara-negara dunia secara global harus bekerjasama. Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di dunia, hal kecil yang dilakukan Indonesia akan berdampak terhadap semua orang di planet bumi ini. 

“Oleh karena itu kami sangat senang bekerjasama dengan Indonesia, dan mendukung Indonesia dalam memenuhi ambisi besarnya. Ini adalah salah satu contoh kecil, dari cara-cara yang besar dimana kita bisa bekerjasama,” ujarnya. (*)

Editor : Eka Prasetya
#pembangkit listrik tenaga mikro hidro #inggris #bendungan titab #listrik #PLTM #buleleng