SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Petani di Kabupaten Buleleng, Bali, menanam padi dengan pola tanam baru. Sistem pola tanam itu diberi nama pola tanam Hazton.
Ini pertama kalinya pola tanam Hazton diterapkan di Kabupaten Buleleng.
Untuk tahap awal, pola tanam tersebut diuji di lahan seluas 40 are yang terletak di Subak Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.
Dengan melakukan pola tanam Hazton, apalagi dikombinasikan dengan pola jajar legowo 2:1, diyakini produktivitas padi dan beras di kawasan Bali Utara akan meningkat pesat.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta mengatakan, pola tanam tersebut sebenarnya sudah banyak diterapkan di Pulau Jawa.
Lazimnya dalam satu rumpun padi akan ditanam 2-3 batang padi. Namun lewat metode hazton, benih yang ditanam mencapai 2-30 batang.
Konsekuensinya pola tanam ini akan lebih boros dari sisi ketersediaan benih dan pupuk.
Meski lebih boros benih dan pupuk, pola tanam ini diyakini bisa meningkat hingga 3 kali lipat.
Dengan metode tanam konvensional, padi yang dihasilkan maksimal 6 ton per hektare. Namun dengan metode hazton, produksi padi bisa naik pesat hingga 20 ton per hektare.
“Ini sangat menjanjikan kalau berhasil. Karena metode konvensional itu hasilnya sudah mentok segitu saja. Makanya kami uji dengan metode tanam baru yang lebih menjanjikan,” kata Sumiarta saat dihubungi pada Senin (25/3/2024).
Selain itu dengan menerapkan metode tanam tersebut, padi bisa dipanen lebih cepat 1-2 minggu bila dibandingkan metode tanam konvensional.
Rencananya metode tanam hazton juga akan diterapkan di Desa Lokapaksa. PIhaknya sudah menyiapkan demplot seluas 10 are. Apabila berhasil, maka metode tersebut akan diterapkan secara lebih luas di Buleleng. (*)
Editor : Eka Prasetya