SINGARAJA-Sebanyak empat akun dilaporkan ke Polres Buleleng, buntut hujatan yang mereka sampaikan di Media Sosial (medsos) belum lama ini, yang ditujukan ke Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Diketahui, empat akun yang dilaporkan bersamaan pada Selasa (26/3), antara lain akun Facebook I Nyoman Artawan; akun Instagram Hazkieljuventus_, Negara_Kadex, dan _tetap_tenang.
Akun Facebook I Nyoman Artawan serta akun Instagram Hazkieljuventus_ dan Negara_Kadex dilaporkan oleh Putu Budiartana.
Sedangkan akun Instagram _tetap_tenang dilaporkan oleh I Made Sutama, Perbekel Desa Sidatapa.
Dari pantauan radarbuleleng.id, Pebekel Desa Sidatapa, I Made Sutama ditemani perangkat desa sekitar tujuh orang, datang ke Polres Buleleng sekitar pukul 11.00 Wita.
Awalnya mereka melakukan audiensi dengan Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, kemudian melanjutkan dengan melaporkan keempat akun medsos itu secara resmi.
Sutama mengungkapkan bila langkah mereka melaporkan empat akun medsos itu, untuk membela masyarakat dan desanya. Bukan untuk membela masyarakat desanya yang melanggar hukum. Apalagi, mempermasalahkan pengungkapan penggelapan puluhan mobil di desanya awal Maret lalu.
“Karena desa tiang dihujat dengan kalimat salah satunya, kalau tidak maling tidak akan makan, itu yang menyakiti perasaan tiang dan masyarakat di Desa Sidatapa. Bukan bela masyarakat tiang yang salah,” ungkapnya ditemui di Polres Buleleng.
Baca Juga: Polisi Temukan 12 Mobil Diduga Hasil Penggelapan di Desa Sidatapa Buleleng, Begini Modus Pelaku
Meski sudah beredar video permintaan maaf dari beberapa orang yang diduga menghujat Desa Sidatapa, tetapi Sutama mengatakan tidak ada kata ampun dan tetap melaporkannya.
Ia memohon kepada Kapolres Buleleng, apabila dalam laporan itu terbukti sesuai dengan pasal hukum, maka terlapor harus ditindak tegas. Mengingat tulisan mereka di medsos sudah melukai hati masyarakat Desa Sidatapa.
“Terus terang saja, dari netizen-netizen itulah yang membuat marah masyarakat Desa Sidatapa. Sehingga dua hari lalu berkumpul lebih dari 1000 orang, kalau itu tidak tiang sikapi akan terjadi keonaran di jalan-jalan,” sambungnya lagi.
Sutama menampik, bila perangkat Desa Sidatapa ikut terlibat bahkan menerima setoran uang dari kasus-kasus yang terjadi di wilayahnya, seperti tuduhan dari sejumlah netizen kepadanya.
“Saya pastikan itu sama sekali tidak ada (mendapat setoran dan membela yang salah). Jangankan waktu dan tenaga, nyawa pun akan tiang gratiskan untuk membela desa,” tegas Perbekel Desa Sidatapa itu.
Sementara itu, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi tak menampik adanya rasa sakit hati, kecewa, dan marah dari warga Desa Sidatapa atas hujatan-hujatan di medsos.
AKBP Widwan mengatakan pihaknya akan bekerja secara profesional dalam menangani laporan warga Desa Sidatapa.
“Yang jelas terkait hal tersebut, Polres Buleleng akan obyektif, prosedural, dan profesional menangani masalah ini,” ujarnya didampingi pejabat utama Polres Buleleng dan perangkat Desa Sidatapa.
Kapolres Buleleng juga mengapresiasi pihak Desa Sidatapa yang tidak menghalang-halangi polisi dalam menindak tegas pelaku tindak pidana kriminal, bila ditemukan di Desa Sidatapa.
“Kami akan urai lagi. Kalau memang ada kaitannya dengan tindak pidana, kami akan lakukan tindakan tegas,” jawab AKBP Widwan terkait kelanjutan pengungkapan penggelapan mobil yang ditemukan di Desa Sidatapa. ***
Editor : Donny Tabelak