Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Maling Pratima di Bali Makin Meresahkan! Dalam Seminggu 3 Pura di Buleleng Dibobol

Eka Prasetya • Kamis, 28 Maret 2024 | 21:47 WIB

 

DIRUSAK: Krama menunjukkan lokasi penyimpanan pralingga di Pura Dadia Dwijendra yang rusak. Pralingga yang merupakan lambang bhatara, hilang dicuri.
DIRUSAK: Krama menunjukkan lokasi penyimpanan pralingga di Pura Dadia Dwijendra yang rusak. Pralingga yang merupakan lambang bhatara, hilang dicuri.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Aksi pencurian pratima di Bali semakin meresahkan saja. Maling masuk ke pura untuk mencuri barang-barang berharga.

Barang yang dicuri berupa pratima maupun akah pedagingan. Barang-barang itu merupakan barang berharga.

Pratima lazim ditemukan di pura-pura keluarga, baik itu sanggah maupun pura dadia. Sementara akah pedagingan ditemukan di pondasi pelinggih.

Pencurian pratima maupun akah pedagingan sudah beberapa kali terjadi di Buleleng.

Pada tahun 2012 lalu, pusaka pura berupa genta dan keris hilang digondol maling. Pusaka-pusaka itu tidak pernah ditemukan hingga kini.

Kemudian pada April 2023, akah pedagingan di Pura Cemara Geseng yang hilang.

Kini pada Maret 2024, peristiwa serupa kembali terjadi di Buleleng. Akah pedagingan maupun pratima pura diambil pencuri.

Berikut pura-pura di Buleleng yang dibobol maling pada tahun 2024.

1. Pura Dadia Dwijendra Pumahan

Peristiwa pencurian pratima di Pura Dadia Dwijendra, Desa Adat Pumahan, Kecamatan Sukasada, diketahui terjadi pada Sabtu (23/3/2024) sore.

Saat itu krama pengempon pura tengah melakukan pembersihan di areal pura. Karena pada Minggu (24/3/2024) akan melakukan melasti.

Namun saat memeriksa gedong simpen, krama mendapati pratima berupa pralingga lanang-istri sudah hilang dari tempat penyimpanan.

Pralingga itu terbuat dari pis kepeng alias pis bolong. Kerugian yang timbul diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

“Sebelum-sebelumnya tidak ada yang mengecek. Biasa kalau pralingga itu kan baru diperiksa saat hari raya besar. Misalnya Galungan atau Kuningan,” kata Agus Rimawan, krama di Pura Dadia Dwijendra.

2. Pura Dalem Pumahan

Dalam waktu berdekatan, pencurian juga terjadi di Pura Dalem Desa Adat Pumahan, Kecamatan Sukasada.

Hanya saja yang hilang bukan pratima. Melainkan akah pedagingan yang ditanam di beberapa pelinggih.

Akah pedagingan itu berupa permata maupun pis bolong. Selain permata, pis bolong juga punya nilai ekonomi yang cukup besar.

Bendesa Adat Pumahan, Made Rida mengatakan, pihaknya sempat melakukan bersih-bersih di Pura Dalem pada Sabtu (23/3/2024).

Saat itu pura masih baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda terjadi pencongkelan maupun perusakan.

Namun pada Minggu (24/3/2024) pagi, krama mendapati pondasi pelinggih sudah dicongkel.

Pelinggih yang dicongkel merupakan pelinggih gedong dan pelinggih pedatengan.

“Kemungkinan yang dicari pis bolong. Karena yang  dipendam itu asli. Jaman sekarang pis bolong itu kan berharga,” kata Made Rida.

3. Pura Merajan di Kelurahan Banjar Jawa

Peristiwa pencurian juga diketahui terjadi di Pura Merajan yang terletak di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng.

Krama sebenarnya sempat melakukan upacara melasti pada Minggu (24/3/2024) lalu. Saat itu pratima masih dibawa untuk upacara melasti.

Namun pada Selasa (26/3/2024) pengempon pura mendapati gedong simpen dalam kondisi rusak.

Pratima yang hilang adalah pratima lanang istri yang terbuat dari emas. Selain itu ada pusaka lain yang terbuat dari emas.

Menyusul maraknya pencurian pratima, Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Polisi menelusuri para kolektor benda-benda kuno. Karena pratima biasanya dijual kepada kalangan kolektor sebagai benda koleksi.

“Saat ini masih dalam penyelidikan. Kami masih melakukan penyisiran pada kolektor benda-benda pusaka,” kata Diatmika. (*)

Editor : Eka Prasetya
#bali #pencurian #pencuri #pratima #maling #buleleng #pura