Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sisi Lain Tragedi Kebakaran di Sesetan: Ari Sanjaya Tulang Punggung Keluarga, Baru 2 Bulan Kost di TKP

Francelino Junior • Selasa, 7 Mei 2024 | 21:40 WIB

 

RUMAH DUKA: Nyoman Yogi Mahendra (tengah) menunjukkan foto kakak dan iparnya yang meninggal akibat kebakaran di Sesetan, Denpasar. Sementara di kiri adalah foto keponakannya yang juga jadi korban.
RUMAH DUKA: Nyoman Yogi Mahendra (tengah) menunjukkan foto kakak dan iparnya yang meninggal akibat kebakaran di Sesetan, Denpasar. Sementara di kiri adalah foto keponakannya yang juga jadi korban.

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Tragedi kebakaran yang terjadi di Jalan Raya Sesetan, Gang Taman Sari, Denpasar, pada Senin (6/5/2024) malam, menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Mereka merupakan ayah, ibu, dan seorang balita.

Mereka adalah Made Ari Sanjaya, 30, sang istri Nopik Mertasari, 26, dan putra mereka, Putu Gede Agus, yang baru berusia 3 tahun.

Ketiganya asal Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.

RadarBuleleng.id sempat menyambangi rumah duka mendiang yang ada di Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing.

Tidak mudah menjangkau rumah duka. Rumahnya terletak di jalan setapak areal persawahan. Untuk menjangkau rumah tersebut tidak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor, harus dengan berjalan kaki.

Suasana rumah duka juga sudah ramai oleh warga sekitar yang sedang melayat. Warga juga sedang menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan prosesi kedukaan.

Kami disambut oleh Nyoman Yogi Mahendra. Dia adalah adik dari mendiang Made Ari Sanjaya, korban dalam tragedi kebakaran yang terjadi di Sesetan.

Yogi menuturkan, pihak keluarga baru menerima kabar kakaknya meninggal dunia pada Selasa (7/5/2024) pagi. Saat itu salah seorang tetangga membawa kabar ke rumah.

"Saya tahunnya pagi dari tetangga. Katanya kakak sama ipar dan keponakan saya sudah di Sanglah (RS Prof Ngoerah), meninggal," ungkap Yogi di rumah duka, pada Selasa siang.

Sebenarnya, kata Yogi, kedua orang tuanya yakni Made Jiwa dan Made Sari, hari ini memang berencana berangkat ke RS Prof Ngoerah Denpasar untuk berobat. Mereka berdua berangkat pada Selasa pagi.

Kabar duka itu diterima keluarga, tak lama setelah kedua orang tuanya berangkat ke RS Prof. Ngoerah.

Begitu mendapat kabar tersebut, Yogi langsung menghubungi kakak perempuannya yang ada di Denpasar. Dia meminta agar kakaknya mendatangi orang tuanya di rumah sakit, agar tidak syok.

"Memang Bapak saya mau ke Sanglah berobat. Dapat kabar duka, akhirnya kakak yang datang ke sana. Takutnya orang tau syok," ceritanya.

Lebih lanjut Yogi menuturkan, sang kakak sebenarnya sudah merantau di Denpasar sejak lulus SMP. Setelah lulus sekolah, Ari Sanjaya memutuskan bekerja di Denpasar.

Dia diketahui bekerja di sebuah perusahaan pengalengan ikan yang ada di kawasan Pelabuhan Benoa. Sementara istrinya, Nopik Mertasari, membantu ekonomi keluarga dengan berjualan alat-alat rumah tangga secara online.

Ari sendiri baru menikah pada tahun 2022 lalu. Dia kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini baru berusia 2 tahun.

Selama ini, Ari dan keluarga selalu indekost di kawasan Sesetan. Mengingat di kawasan tersebut juga banyak perantau yang berasal dari Bontihing.

"Kalau kost memang selalu di sekitar Sesetan saja. Tapi kalau di tempatnya ini, baru masuk bulan Februari kemarin. Ternyata ada kejadian begini," ungkap Yogi.

Hingga Selasa siang, jenazah Ari Sanjaya, sang istri, dan anaknya masih disemayamkan di Ruang Jenazah RS Prof Ngoerah Denpasar. Pihak keluarga masih mengurus proses serah terima jenazah antara polisi dengan keluarga.

Rencananya mendiang bersama istri dan anaknya akan dikuburkan di Setra Desa Adat Botihing, pada Jumat (10/5/2024).

Sementara itu Perbekel Bontihing, I Gede Pawata mengatakan, dirinya mendapat kabar warganya menjadi korban jiwa akibat kebakaran, pada pukul 01.00 Selasa dini hari.

"Saya ditelpon sama petugas dari Polsek Kubutambahan. Katanya ada info dari Denpasar, kalau warga saya meninggal karena kebakaran. Memang mendiang ini orangnya ulet, sudah lama juga merantau di Denpasar," kata Pawata.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di sebuah rumah kost yang terletak di Kelurahan Sesetan, Denpasar.

Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan sekeluarga meninggal dunia, terdiri dari suami, istri, dan anaknya yang masih balita. Ketiganya merupakan warga Desa Bontihing, Kecamatan Kubtuambahan.

Mereka terjebak dalam kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (6/5/2024) malam.

Sejumlah saksi mata kebakaran tersebut mengaku sempat mendengar Teriakan minta tolong dan tangisan anak-anak. Saksi sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api cepat membesar.

Perbekel Bontihing, I Gede Pawata membenarkan bahwa ketiganya merupakan warga Desa Bontihing.

"Iya warga kami. Memang sekeluarga. Jenazahnya masih di Sanglah (RS Prof Ngoerah). Rencananya siang ini dibawa ke rumah duka," ujar Pawata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sesetan #kebakaran #meninggal dunia #bontihing #denpasar #buleleng #tewas