Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pesan Berantai Aksi Kelompok Gaza di Singaraja, Polisi Pastikan Hoax

Francelino Junior • Kamis, 30 Mei 2024 | 04:05 WIB

 

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan sebut informasi mengenai kelompok Gaza di media sosial merupakan hoax.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan sebut informasi mengenai kelompok Gaza di media sosial merupakan hoax.

SINGARAJA-Pesan berantai yang beredar di aplikasi perpesanan WhatsApp menghebohkan publik Buleleng pada Selasa (28/5) malam.

Dalam pesan tersebut, dituliskan bila kelompok Gaza sudah berada di Singaraja dan akan melakukan aksinya. Meski begitu, polisi memastikan informasi itu merupakan kabar palsu alias hoax.

Pesan tersebut berbunyi: untuk semeton singaraja malam ini jangan keluar dulu karna gazs sudah ada di singaraja, tadi aku ketemu di pantai pelabuhan ada yang pake hoodie gaza, mereka bergerombolan salah satu dari mereka ada yang bawa br di sembunyikan di hoodie nya karna situasi di pelabuhan masi rame jadi mereka belum ngejalanin aksi nya, aku mohon sekali sama semeton singaraja supaya ga keluar malam ini agar tidak ada korban.

Informasi itu disebarkan secara berantai melalui grup-grup WhatsApp beserta dengan sebuah foto seorang pemuda yang menaiki sepeda motor mengenakan hoodie bertuliskan GAZA. Bahkan beberapa akun informasi di Instagram juga ikut membagikan kabar tersebut.

Parahnya lagi, beredar juga beberapa foto lain yang menampilkan seseorang dalam keadaan terluka parah di jalan serta foto orang dalam kondisi terluka di rumah sakit.

Beredarnya informasi itu membuat kekhawatiran bagi publik Buleleng. Apalagi disebutkan pula salah satu dari anggota kelompok tersebut membawa BR atau senjata tajam atau sajam.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan pihaknya akan menindak tegas segala jenis kejahatan yang meresahkan masyarakat. Terlebih dilakukan oleh kelompok yang bertindak di atas hukum atau aksi premanisme dan kekerasan.

“Kami akan tindak tegas. Akan saya rencanakan pembinaan dan penyuluhan di sekolah bersama dengan Kasat Binmas,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (29/5) siang.

Terpisah, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan bila informasi yang beredar di masyarakat merupakan hoax. Pihaknya juga sudah melakukan sejumlah penelusuran dan pengecekan dengan intelijen yang ada di Polres Buleleng dan jajaran polsek di seluruh Buleleng.

“Sudah saya cek, hoax itu yang beredar di media sosial. Ada foto kolase yang dikirim juga tidak ada hubungannya dengan itu,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (29/5) siang.

Untuk mengantisipasi hal itu, polisi juga melakukan sejumlah patroli. Mulai dari strong point hingga blue light patrol. Untuk mencegah tindakan kejahatan terjadi di Kota Singaraja.

Bahkan kata Kompol Agus Dwi, pihaknya turun langsung ke kawasan Eks Pelabuhan Buleleng setelah mendapatkan informasi itu. Guna memastikan kebenarannya. 

“Tidak ditemukan hal itu. Sudah banyak juga konfirmasi dari desa-desa, dan tidak ditemukan hal seperti itu. Aman dan kondusif,” tegasnya.

Sekedar informasi, nama Gaza menjadi populer setelah aksi kelompok Gaza Denpasar yang hendak melakukan tawuran dengan kelompok Menteng Pride dan Balmor, di Lapangan Lumintang Denpasar pada Jumat (24/5).

Mereka yang telah menyepakati akan melakukan tawuran, kemudian datang ke Lapangan Lumintang sekitar pukul 01.00 Wita. Bukannya kelompok lawan yang mereka temui, tetapi anggota Polsek Denpasar Utara yang mereka jumpai.

Saat itu polisi melihat ada tiga orang anak dibawah umur yang membawa senjata tajam.

Namun saat dikejar, hanya satu orang yang berhasil ditangkap, berinisial EPH. Anak itu membawa samurai.

Saat diinterogasi, remaja itu lalu menunjukkan lokasi perkumpulan mereka di Jalan Himalaya I C, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara. Di sana, polisi mengamankan 14 orang anak dibawah umur lainnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#hoax #Polres Buleleng #gaza #pesan berantai