Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak! Nyaris Roboh, Dua Ruang Kelas SDN Celukan Bawang Tak Bisa Digunakan

Francelino Junior • Kamis, 6 Juni 2024 | 03:03 WIB
Kondisi di SDN Celukan Bawang yang memprihatinkan. Dua ruang kelasnya tidak bisa digunakan, membuat siswa harus bergantian menggunakan ruangan untuk mengikuti pembelajaran.
Kondisi di SDN Celukan Bawang yang memprihatinkan. Dua ruang kelasnya tidak bisa digunakan, membuat siswa harus bergantian menggunakan ruangan untuk mengikuti pembelajaran.

SINGARAJA-Kondisi memprihatinkan kembali terkuak di salah satu sekolah di Kabupaten Buleleng.

Kondisi tersebut ada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Celukan Bawang, yang dua ruang kelasnya tidak bisa digunakan lantaran nyaris roboh.

Setelah SDN 5 Pemuteran yang mengalami sejumlah kerusakan di atas 50 persen, SDN Celukan Bawang juga ternyata mengalami kerusakan yang hampir serupa.

Kepala SDN Celukan Bawang, I Gusti Putu Sudiarsana mengatakan sekolahnya sudah mengalami kondisi yang memprihatinkan sejak tahun 2022 lalu.

Apalagi ruang kelas merupakan satu bangunan utuh dengan ruang guru, sehingga kerusakannya pun bersamaan.

“Atap dan tembok sudah aja sejak tahun 1981. Di sebelah selatan pernah dapat DAK tahun 2007, tapi sekedar pengembangan saja atapnya. Sedangkan fisik bawahnya tidak ada perbaikan, jadi tidak bisa menopang,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (5/6) siang.

Akibat kerusakan ini, kegiatan belajar mengajar di SDN Celukan Bawang harus saling bergantian. Mengingat dua ruang kelas sudah dalam keadaan parah.

Kata Sudiarsana, siswa kelas 2 akan bergantian dengan kelas 4. Sementara kelas 1 bergantian dengan kelas 3. Mereka hanya memanfaatkan satu ruang kelas yang posisinya ada di sebelah utara.

“Ada ruangan kecil yang dipakai belajar Agama Islam, itu yang kami pakai. Jadi ada rolling, pagi ada yang belajar di kelas PJOK, siang belajar di ruang kelas. Kalau hujan belajarnya di emper atau gabung dengan kelas lain,” sambungnya.

Kondisi ruang kelas kini dalam keadaan memprihatinkan. Guru pun tidak berani mengambil resiko untuk memaksakan siswanya belajar di dalam ruangan yang atapnya nyaris roboh.

Sudiarsana mengaku sekolahnya sempat disurvei oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng tahun lalu.

Bahkan pada bulan Maret 2024 juga kembali ada survei yang dilakukan. Meski begitu, pihaknya tidak berani menuntut terlalu banyak.

“Kerusakan ini sangat berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar di sini. Harapannya bisa cepat diperbaiki, karena membahayakan siswa,” harapnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#sekolah roboh #celukan bawang #lapor pak #disdikpora buleleng #sekolah dasar