Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bertepatan Hari Suci Saraswati, Ribuan Koleksi Gedong Kirtya Diupacarai

Francelino Junior • Minggu, 14 Juli 2024 | 02:05 WIB
Suasana persembahyangan di Gedong Kirtya yang bertepatan dengan Hari Suci Saraswati. Gedong Kirtya merupakan museum sekaligus perpustakaan lontar yang ada di Bali.
Suasana persembahyangan di Gedong Kirtya yang bertepatan dengan Hari Suci Saraswati. Gedong Kirtya merupakan museum sekaligus perpustakaan lontar yang ada di Bali.

SINGARAJA-Ribuan koleksi mulai dari lontar maupun buku yang tersimpan di Gedong Kirtya diupacarai.

Hal ini dilakukan bertepatan dengan Hari Suci Saraswati yang jatuh pada Sabtu (13/7).

Untuk diketahui, Hari Suci Saraswati selalu dimaknai dengan hari turunnya ilmu pengetahuan dari Dewi Saraswati yang merupakan manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dewi Saraswati menjadi simbol atas penciptaan dan turunnya ilmu pengetahuan.

Gedong Kirtya sebagai museum sekaligus perpustakaan lontar dan buku, juga ikut menggelar persembahyangan. 

Kurang lebih 3.400 koleksi buku serta sebanyak 2.064 cakep lontar diupacarai.

Kepala Dinas Kebudayaan, I Nyoman Wisandika menjelaskan pihaknya rutin menggelar persembahyangan di Gedong Kirtya, utamanya saat Hari Suci Saraswati.

Meski rutin, tetapi persembahyangan ini bertujuan sebagai rasa syukur atas turunnya ilmu pengetahuan.

Dalam prosesnya, pihak pengelola Gedong Kirtya akan menurunkan sejumlah keropak lontar, untuk simbolis, kemudian diupacarai.

Persembahyangan pun berlangsung di dalam museum lontar itu.

“Ada yang diturunkan, dibuka, tapi tidak semua. Lontar itu kan ilmu pengetahuan juga, jadi sangat pas momennya. Ini juga sebagai rasa syukur turunnya ilmu pengetahuan dan budi pekerti,” ujarnya dikonfirmasi pada Sabtu (13/7) siang.

Sebagai museum lontar terlengkap di Bali, Wisandika mengajak seluruh masyarakat Buleleng agar mengunjungi Gedong Kirtya.

Tentu saja, pelestarian peninggalan-peninggalan sejarah termasuk ilmu pengetahuan di dalam lontar, harus diketahui oleh generasi muda.

Wisandika menyebutkan, selain melalui media sosial dan situs resmi Disbud Buleleng maupun Gedong Kirtya, promosi juga dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata Buleleng. 

Utamanya melalui program city tour, yang biasanya menyasar penumpang kapal pesiar yang berlabuh di Bali utara.

“Upaya kami mendekatkan museum ini, juga dengan program belajar bersama di museum dan museum masuk sekolah. Jadi generasi muda sebagai pewaris, harus tahu sejak dini tentang lontar,” tandasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#Saraswati #museum lontar #dinas kebudayaan buleleng #gedong kirtya #lontar