Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Modus Penipuan Kian Marak. Modus Baru, Undangan Rapat via WhatsApp. Menyasar Pejabat di Buleleng

Eka Prasetya • Rabu, 17 Juli 2024 | 01:08 WIB

 

Illustrasi serangan cyber
Illustrasi serangan cyber

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Modus penipuan berbasis online kini semakin beragam saja. Terutama penipuan yang berbasis aplikasi.

Awalnya modus penipuan berbasis aplikasi yang marak beredar ialah melalui undangan pernikahan.

Terkini muncul modus yang baru. Yakni undangan rapat koordinasi. Namun yang dikirimkan adalah file apk alias aplikasi.

Undangan tersebut menyasar para pejabat, termasuk pejabat yang ada di Pemkab Buleleng. 

Apabila file apk itu disimpan lalu di-install, maka berpotensi menjadi spyware. Aplikasi itu akan menyimpan username dan password pada aplikasi penting, utamanya mobile banking.

Ujungnya aplikasi tersebut dapat disalahgunakan untuk menguras uang para pejabat yang tersimpan dalam rekening.

Baca Juga: Karena Korbannya Tidak Ada Warga Indonesia, Sindikat Kejahatan Cyber Antarnegara yang Digerebek di Tabanan Bali Segera Dideportasi

Maraknya undangan tersebut menjadi perhatian Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng.

Dinas Kominfo Santi Buleleng menerbitkan himbauan cegah dini, mencegah pejabat menjadi korban dari kejahatan cyber tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Santi Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, pesan undangan rapat koordinasi itu beredar di kalangan pejabat pada Selasa (16/7/2024) pagi.

Syukurnya pejabat tersebut berusaha mengkonfirmasi undangan tersebut kepada rekan-rekannya, sehingga tak sampai menginstall aplikasi tersebut.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung sampaikan himbauan cegah dini. Karena modus ini sasarannya ASN, terutama pejabat,” kata Suwarmawan, saat ditemui di Buleleng pada Selasa.

Untuk itu pihaknya meminta agar para pejabat maupun masyarakat umum lebih berhati-hati ketika menerima file undangan.

Kalau toh ada undangan yang disampaikan, lebih baik undangan tersebut disampaikan dalam bentuk screenshot gambar.

“Lebih enak dan lebih aman seperti itu. Jadi tidak perlu buka file. Kecuali perlu ukuran yang lebih besar, bisa minta dikirimkan ulang,” ujarnya.

Suwarmawan juga menghimbau agar masyarakat mencermati nomor ponsel yang mengirim undangan tersebut.

Apabila dikirimkan oleh nomor yang tidak dikenal, maka patut dicermati, agar tidak berujung pada kejahatan cyber. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pejabat #undangan #apk #penipuan #buleleng #whatsapp #cyber