SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebagai bagian dari rangkaian Buleleng Development Festival (BDF) 2024, Pemerintah Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional meluncurkan Gerakan Konsumsi Pangan Sehat dan Bergizi Berbahan Sorgum.
Kegiatan ini sejalan dengan tema BDF yakni "Buleleng Berbangga Untuk Nusantara" dan menjadi salah satu kegiatan penting dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 yang mengambil lokus di RTH Bung Karno, Selasa (20/8/2024).
Penjabat (Pj.) Bupati Buleleng, yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng Gede Putra Aryana mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran Deputi Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan serta Direktur Konsumsi Pangan dari Badan Pangan Nasional dalam acara ini.
"Gerakan ini menandai langkah penting dalam mempromosikan sorgum sebagai alternatif pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat Buleleng, khususnya bagi ratusan anak-anak kita disini. Ini adalah pertama kalinya kegiatan semacam ini dilaksanakan di Provinsi Bali," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng, melalui Dinas Pertanian, telah aktif mempromosikan budidaya sorgum, terutama di lahan-lahan marginal yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan juga telah mengenalkan sorgum kepada siswa-siswa melalui program "Sekolah Sehati," yang menekankan manfaat nutrisi dari tanaman ini.
"Sorgum tidak hanya kaya akan nutrisi penting, tetapi juga mengandung unsur pangan fungsional yang dapat menjadi pengganti beras. Melalui gerakan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk memperluas pola konsumsi pangan mereka, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, agar mengadopsi pola makan yang lebih sehat dan seimbang sesuai dengan prinsip B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman)." tegasnya.
Sementara itu, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Dr. Andriko Notosusanto mengatakan melalui slogan yang kini tengah digencarkan, yaitu "Kenyang Gak Harus Nasi".
Slogan ini mengedepankan gagasan bahwa sumber pangan tidak terbatas pada nasi atau beras, melainkan ada banyak bahan pangan lain yang secara nutrisi juga mampu menyehatkan tubuh.
Salah satu alternatif yang diangkat adalah sorgum dan singkong. Bahan pangan ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang tanpa harus bergantung pada nasi.
Sorgum misalnya, dapat diolah menjadi berbagai menu masakan yang lezat dan bergizi, dengan kandungan nutrisi yang tidak kalah, bahkan dalam beberapa aspek lebih baik daripada beras.
Selain itu, sorgum juga dikenal lebih tahan terhadap perubahan iklim dan memerlukan lebih sedikit air dibandingkan padi.
Konsep ini mengajarkan bahwa dalam setiap hidangan, kita perlu mengombinasikan berbagai kelompok bahan pangan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk mencapai gizi seimbang.
"Isi piring seharusnya terdiri dari sepertiga karbohidrat, sepertiga sayur, seperenam lauk, dan seperenam buah. Pola makan yang beragam dan seimbang ini tidak hanya membantu menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mendukung kecerdasan dan perkembangan otak," tambahnya.
Pentingnya konsumsi sayur juga ditekankan dalam program ini. Sayur merupakan sumber utama vitamin dan mineral yang berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan.
Oleh karena itu, generasi muda dianjurkan untuk tidak hanya sekadar menyukai sayur, tetapi juga menjadikannya bagian penting dari pola makan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih terbuka terhadap berbagai jenis bahan pangan lokal yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya