Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak, Ternyata di Buleleng Punya 9 Desa Cantik

Francelino Junior • Jumat, 6 September 2024 | 02:05 WIB

 

Melalui adanya Desa Cantik, diharapkan dapat menjadi pemantik dalam tata kelola data desa, sehingga dapat membantu perencanaan program pemerintah.
Melalui adanya Desa Cantik, diharapkan dapat menjadi pemantik dalam tata kelola data desa, sehingga dapat membantu perencanaan program pemerintah.

SINGARAJAradarbuleleng.id - Kabupaten Buleleng kini memiliki sembilan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), yang terbagi di sembilan kecamatan. Desa ini secara resmi di-launching pada Kamis (5/9) pagi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Untuk diketahui, sembilan Desa Cantik itu adalah Desa Patas di Kecamatan Gerokgak, Desa Lokapaksa di Kecamatan Seririt, Desa Bengkel di Kecamatan Busungbiu, Desa Gobleg di Kecamatan Banjar, Desa Kayuputih di Kecamatan Sukasada, Desa Alasangker di Kecamatan Buleleng, Desa Sangsit di Kecamatan Sawan, Desa Tajun di Kecamatan Kubutambahan, dan Desa Sambirenteng di Desa Tejakula.

Tampak hadir di sana, para perbekel dari sembilan desa tersebut bersama dengan satu agen statistik desa. Selain dengan camat dari sembilan kecamatan, serta dinas-dinas terkait.

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Kabupaten Buleleng, Made Bimbo Abdi Suardika mengatakan bahwa statistik itu sangat penting, karena erat kaitannya dengan perencanaan dan program pemerintahan.

Katanya, dengan adanya desa cantik ini, akan membuat tata kelola data desa menjadi lebih rapi.

Apalagi kini berbasis sistem atau aplikasi, membuat data akan lebih cepat tersimpan, juga lebih aman dalam pengelolaannya.

Bahkan pihaknya juga akan memanfaatkan web desa untuk menampilkan tata kelola data, dari yang sebelumnya hanya menampilkan konten informasi atau berita biasa saja.

”Sembilan desa ini merupakan pembiayaan kami. Ini statistik sektoral, jadi upaya memantik lagi sehingga membangkitkan pembangunan statistik sektoral,” katanya.

Bimbo melanjutkan, bahwa kesulitan khusus dalam pencanangan Desa Cantik adalah karena belum semua orang menyukai statistik. Padahal manfaatnya akan sangat menarik. 

Sehingga ke depan, pihaknya akan memanggil agen statistik di sembilan desa tersebut untuk mendapatkan pelatihan. Jadi tata kelola data di desanya akan berjalan dengan lancar dan bertahap.

Disinggung mengenai data yang akan dihimpun dan dikelola, Bimbo menyebutkan sebagai awal akan memakai data kewilayahan terlebih dahulu.

Data tersebut tergolong mudah ketimbang data individu dan keluarga, karena memerlukan banyak tenaga dan waktu.

Data kewilayahan yang akan dicari seperti luas pertanian, potensi desa, hingga akses perekonomiannya.

Data tersebut katanya paling banyak dimanfaatkan oleh Bappenas RI, Kemendes PDTT, dan Kemendagri.

”Dengan sekali data ini, bisa jawab semuanya, termasuk pemanfaatannya untuk Kabupaten Buleleng,” lanjutnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan bahwa program ini memiliki target terukur.

Sehingga dapat mengetahui data-data yang berkaitan dengan perencanaan program pemerintah.

Seperti untuk mengetahui jumlah pengangguran dalam satu desa, jumlah kemiskinan, status pendidikan, hingga jumlah masyarakat baik laki-laki dan perempuan.

”Ini sangat bagus, sehingga bisa sama-sama lakukan evaluasi apa saja yang kurang. Dengan didampingi camat dan Dinas Kominfosanti, sehingga bisa lebih cepat, karena Buleleng harus terdepan,” ujarnya ***

Editor : Donny Tabelak
#Desa Cantik #pemkab buleleng #statistik