Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hilangkan Kesan ‘Kedewan-dewan’ Ratusan Siswa Ikuti Lomba Agama Hindu

Francelino Junior • Kamis, 10 Oktober 2024 | 01:25 WIB

 

Potret lomba yang digelar penyuluh agama Hindu di Kabupaten Buleleng, dalam rangka menghilangkan kesan kedewan-dewan karena belajar agama.
Potret lomba yang digelar penyuluh agama Hindu di Kabupaten Buleleng, dalam rangka menghilangkan kesan kedewan-dewan karena belajar agama.

SINGARAJA, radarbuleleng.id – Sebanyak 106 siswa dari jenjang TK, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Buleleng mengikuti perlombaan bernafaskan Hindu pada Rabu (9/10) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng.

Ini dilakukan guna menghilangkan kesan kedewan-dewan atau sok suci, saat belajar agama Hindu.

Perlombaan yang tersaji dalam kegiatan ini antara lain lomba dharma wacana, lomba trisandya, dan lomba mewarnai.

Kegiatan ini dilaksanakan juga karena serangkaian Hari Ulang Tahun Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Buleleng.

Ketua Panitia Utsawa Jnananing Sad Dharma 2024, Ni Putu Meri Andriani menjelaskan bahwa kegiatan perdana ini dilakukan karena tujuannya yang menarik.

Yakni mendorong generasi muda untuk lebih memahami ajaran Agama Hindu, dalam kegiatan keagamaan maupun aktivitas harian.

Kata Meri, pihaknya sering kali menjumpai ungkapan kedewan-dewan, yang didengar penyuluh agama ketika melakukan pembinaan tentang agama.

Hal ini juga menjadi salah satu kunci utama pihaknya untuk melakukan kegiatan, guna menghilangkan kesan tersebut.

”Anak-anak sekarang ini sangat takut membahas tentang agama, nanti dibilang kedewan-dewan, jadi kami melakukan pendekatan agar mereka tahu bahwa agama itu tidak semenyeramkan itu,” ujarnya.

Dilanjutkan lagi, pihaknya berharap masyarakat mengenal penyuluh agama Hindu sebagai pemberi pembinaan kepada umat.

Bukan sebagai pemberi dharma wacana kepada orang dewasa dan orang tua.

Selain juga para penyuluh melakukan pembinaan ke panti asuhan, Lapas Singaraja, hingga ke panti jompo.

Meri mengungkapkan, perlombaan ini menyasar anak-anak agar mereka tidak tegang dan mau belajar agama dari hal terkecil, yakni menjaga lingkungan dan hormat kepada orang tua.

”Kegiatan ini kami coba dulu, apakah bisa menarik perhatian seluruh masyarakat? Juga menilai apakah masyarakat sudah dekat dengan penyuluh agama Hindu itu,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#lapas #agama Hindu #belajar agama #Panti Jompo