radarbuleleng.id - Pasca penemuan tulang yang menghebohkan di SDN 3 Banjar Tegal pada Senin (14/10) lalu, kini lokasi penemuan masih dipasang garis polisi.
Sedangkan pengerjaan renovasi sekolah sampai saat ini hanya dilanjutkan setengahnya saja.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan bahwa penggalian tanah untuk pemasangan cakar ayam guna pondasi bangunan baru, untuk sementara waktu dihentikan di lokasi penemuan.
Ini dilakukan guna mengantisipasi adanya temuan serupa di lahan yang sama. Meski sejumlah pekerja proyek masih melakukan pekerjaannya di titik lainnya.
Sudut utara yang menjadi lokasi penemuan tulang itu pun tidak boleh dimasuki para pekerja.
Selain itu, pemasangan garis polisi juga dilakukan karena aparat berwajib masih memerlukan keterangan dari tim forensik. Sehingga pihaknya dapat memutuskan perluasan pencarian atau tidak.
Kompol Agus Dwi mengatakan, garis polisi akan dicabut sesegera mungkin apabila proses penyelidikan sudah tuntas.
Apalagi pengakuannya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Made Astika sudah memintanya untuk mempercepat proses identifikasi, sebab tenggang waktu pengerjaan proyek adalah bulan Desember 2024.
”Tempat penemuan sampai sekarang masih diberi police line. Sedangkan tulang sudah dibawa ke Forensik RSUD Buleleng guna pemeriksaan apakah tulang ini milik manusia atau bukan,” ujarnya pada Selasa (15/10).
Lanjut Kompol Agus Dwi, pihaknya yang sudah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUD Buleleng menjelaskan, tulang yang ditemukan baik dalam bentuk besar dan serpihan, masih memungkinkan untuk diidentifikasi.
Namun, jika tulang yang kini diserahkan dirasa kurang untuk proses identifikasi, maka Polsek Kota Singaraja akan melakukan pencarian dan penggalian kembali di lokasi penemuan tersebut.
”Iya kalau memang diperlukan (pencarian lanjutan). Akan kami perluas dibantu dengan Inafis Polres Buleleng dan forensik untuk membackup,” lanjutnya.
Untuk diketahui, penemuan tulang ini terjadi pada Senin (14/10) yang ditemukan oleh salah seorang pekerja.
Tulang yang ditemukan diduga kerangka manusia, sebab pekerja yang pernah menjadi tukang gali kubur pun menduganya dengan kuat.
Penemuan tulang pada saat pekerja proyek menggali tanah untuk membangun pondasi ruang kelas baru itu, kemudian dilaporkan kepada mandor dan diteruskan ke Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Buleleng hingga ke Polsek Kota Singaraja.
Saat ini, tulang yang ditemukan itu dititipkan di Ruang Jenazah RSUD Buleleng. Guna proses identifikasi kepastian tulang oleh tim medis.***
Editor : Donny Tabelak