SINGARAJA, radarbuleleng.id - Jalan penghubung Desa Pakisan dengan Desa Tambakan di Kecamatan Kubutambahan, akhirnya diperbaiki sejak terbengkalai selama 29 tahun lamanya. Perbaikan ini rencananya akan selesai pada bulan Desember 2024.
Jalan tersebut diketahui penghubung antara Banjar Dinas Kelandis, Desa Pakisan menuju Banjar Tegehe, Desa Tambakan.
Dari informasi yang dihimpun, jalan tersebut dibangun pada tahun 1995, melalui program ABRI Masuk Desa (AMD).
Namun setelah itu, jalan tersebut tidak pernah mendapatkan perbaikan lagi alias terbengkalai.
Sedangkan masyarakat yang melewati jalan tersebut, memilih menggunakan motor jenis trail.
Selain itu, masyarakat yang ingin pergi ke Banjar Dinas Kelandis lebih memilih memutar melewati Desa Bontihing.
”Ini sudah hampir 30 tahun masyarakat menunggu, kasihan, banyak harapan masyarakat agar jalan ini diperbaiki,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana saat meninjau lokasi pada Kamis (24/10) pagi.
Apakah ada kaitannya dengan politik? Sebab tersiar informasi hasil survei salah satu pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Bali serta bupati dan wakil bupati Buleleng jeblok di beberapa kecamatan, salah satunya Kecamatan Kubutambahan.
Lihadnyana pun menegaskan perbaikan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng tidak ada kaitannya dengan politik.
Namun sebagai birokrasi, perbaikan ini wajar dilakukan sebagai bagian dari pelayanan ke masyarakat.
”Oh ndak ada. Tidak ada urusan dengan survei jeblok di Kubutambahan. Saya ingin tunjukkan kami birokrasi, jalankan tugas yang real-real saja,” tegasnya menjawab.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan perbaikan jalan ini akan berlangsung selama 135 hari ke depan.
Jalan dengan panjang 3,5 kilometer itu pun diperbaiki dengan anggaran dari APBD Kabupaten Buleleng senilai Rp 5,9 miliar.
Pengerjaannya dilakukan oleh PT. Reksa Tiga Mitra. Lebar jalan tersebut 3 meter, dengan penambahan total 1 meter untuk bahu jalan, sehingga totalnya 4 meter.
Ia tak menampik jalan tersebut memang menjadi harapan masyarakat, meski terkendala masalah anggaran, namun pada akhirnya perbaikan jalan penghubung antara Banjar Dinas Kelandis dengan Banjar Tegehe bisa terlaksana saat ini.
Jalan tersebut juga disebutkan tidak dalam kondisi layak dilewati. Sebab selain hanya motor trail, mobil berpenggerak empat roda (4WD/4x4) saja yang kuat melewati jalan tersebut, sedangkan mobil 2WD masih terancam tergelincir.
”Rencananya akhir bulan ini (Oktober) mulai pengaspalan secara bertahap, karena medannya yang agak berat. Astungkara, akhir Desember ini, di minggu ke-3, terjawab keinginan masyarakat,” ujarnya.
Kini dengan perbaikan tersebut, masyarakat yang ke Desa Tambakan atau sampai tembus ke wilayah Kabupaten Badung utara, tidak perlu memutar ke Desa Bontihing terlebih dahulu.
Bahkan dengan itu juga, jarak tempuhnya meningkat dari 30 menit menjadi 10 menit saja.***
Editor : Donny Tabelak