SINGARAJA, radarbuleleng.id- Kabupaten Buleleng kini memiliki 559 orang guru penggerak.
Jumlah ini meningkat, sebab terakhir kali pada bulan Oktober 2024, jumlahnya sebanyak 503 orang.
Makin banyaknya guru penggerak, tentu membuat pendidikan di Buleleng akan semakin bermutu.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, guru penggerak merupakan agen perubahan di bidang pendidikan.
Sebab mereka tidak hanya seorang pendidik saja, namun juga memotivasi dan menggerakkan kelompok belajar yang ada di sekolah dan lingkungannya.
Apalagi saat ini, dengan adanya program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kini menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), yang membuat siswa memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi.
Sehingga dengan adanya program tersebut, pemerintah berharap dapat menghadirkan pendidikan yang bermutu tinggi, bagi semua peserta didik di Buleleng salah satunya.
Guru penggerak di Buleleng tercatat ada 559 orang, dengan rincian 4 orang guru TK, 17 orang guru SD, 10 orang guru SMP dan 25 orang guru SMA/SMK yang totalnya 56 orang guru.
Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 503 orang guru total dari angkatan 2,5,7,9, dan 10.
”Maka tentunya, guru berfungsi sebagai pemimpin dan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan,” ujar Surya Bharata pada Minggu (8/12) siang.
56 orang guru di angkatan 11 itu kini mengikuti kegiatan Festival Panen Hasil Belajar, Lokakarya ke-7, Pendidikan Guru Penggerak Angkatan XI Kabupaten Buleleng, yang bertempat di SMKN 1 Sukasada.
Dalam prosesnya, para guru penggerak di Buleleng angkatan ke-11 ini, hampir 70 persennya dilakukan dengan pendekatan berbasis lapangan (on the job training) dengan menggerakan komunitas di satuan pendidikan masing-masing.***