RadarBuleleng.id - Band Kosong Satu terus menunjukkan eksistensinya. Berdiri sejak Juni 2015, band itu bertahan hingga kini.
Kosong Satu awalnya bernama Tiga Raya. Band itu terdiri atas Andik (vokal/gitar), Agung (vokal), dan Ojes (drum).
“Band ini sebenarnya terlahir dari sebuah Ormas Oi (penggemar musisi iwan fals),” jelas Andik.
Seiring berjalannya waktu, masuk dua orang personel. Yakni Angga (gitar) dan Dedy Yastika alias Melor (bass). Dengan formasi berlima, mereka sepakat mengganti nama dari Tiga Raya menjadi Oi Band.
Pada tahun 2016, mereka berlima kemudian mendapat kesempatan berharga. Yakni bertemu dengan sang idola, Iwan Fals di Buleleng.
Saat berdiskusi, Iwan Fals menyarankan agar Oi Band membuat karya sendiri. Bukan hanya melakukan cover karya dari album-album Iwan Fals. Tujuannya, agar band semakin berkembang dan dikenal lebih luas.
Pada kesempatan itu pula, Iwan Fals memberikan saran nama. Yakni Kosong Satu. Nama itu diambil dari logo Oi yang sebenarnya identik dengan angka kosong dan angka satu.
Dalam perjalan berkarya, pergantian personel tidak bisa dihindari. Melor memutuskan mengundurkan diri karena ingin fokus bisnis.
Posisinya sempat digantikan oleh Yoga. Namun Yoga hanya berjalan beberapa bulan saja. Sejak pertengahan 2019, posisi pemain bass diisi oleh Tomb. Sehingga posisi saat ini diisi oleh Andik (vokal/gitar), Angga (Gitar), Agung (Gitar), Ojes (Drum), dan Tomb (Bass).
Hampir satu dasawarsa berkarya, Kosong Satu memutuskan melakukan metamorfosa. Salah satunya dengan mengubah nama.
Kosong Satu memutuskan berubah nama menjadi Sendari. Kata “Sendari” diambil dari bahasa Jawa Kuno, yakni “Sendaren”. Kata itu bermakna menjadi diri sendiri.
“Kami berubah nama, karena belakangan ini kami menyadari nama Kosong Satu ternyata rentan dikaitkan dengan politik. Padahal sama sekali tidak ada tendensi ke arah itu,” kata Andik.
Terlebih di era digital kini. Mereka khawatir jika karya-karya mereka dikaitkan dengan kontestan politik tertentu yang mendapat nomor urut satu.
Kini setelah berubah nama, para personel berharap agar mereka semakin intens berkarya. Sekaligus memperkuat identitas diri sendiri.
“Supaya semakin menemukan jati diri kami dalam bermusik. Bisa melahirkan karya. Tanpa harus melakukan cover lagu orang lain, seperti pesan dari idola kami, bang Iwan Fals,” imbuh Andik.
Setelah resmi menyandang nama bermetamorfosa menjadi Sendari, mereka berencana meluncurkan mini album pada Jumat (13/12/2024) mendatang. Mini album itu diberi nama Malam Sederhana Sendari.
“Harapannya ini menjadi momentum kami untuk pengesahan atas eksistensi kami selama ini. Event ini secara tidak langsung juga akan menciptakan ruang bagi generasi muda untuk menunjukan berbagai bakatnya dalam ruang lingkup seni pertunjukan, memberikan edukasi kepada audience tentang bagaimana pengalaman pribadi kami dalam bermusik,” ungkap Angga, sang gitaris. (kontributor: Ketut Wartadana)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya