Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TKI Asal Buleleng Tewas di Malaysia. Berikut Cerita dari Keluarga Korban

Eka Prasetya • Rabu, 8 Januari 2025 | 21:43 WIB

 

KORBAN PEMBUNUHAN: Ni Ketut Nurhayati, TKI asal Buleleng yang diduga jadi korban pembunuhan di Malaysia.
KORBAN PEMBUNUHAN: Ni Ketut Nurhayati, TKI asal Buleleng yang diduga jadi korban pembunuhan di Malaysia.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng dinyatakan tewas di Malaysia. Dia diduga dibunuh oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh.

Korban diketahui bernama Ni Ketut Nurhayati, 39. Dia berasal dari Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.

Suami mendiang, Komang Suinten, 38, mengatakan, informasi meninggalnya korban diketahui dari salah seorang rekan korban di Malaysia. 

“Anak saya memberi kabar kalau ibunya sudah tidak ada. Dapat informasi dari teman ibunya,” katanya.

Suinten mengaku tidak secara pasti seperti apa peristiwa yang menimpa istrinya. Dia hanya mendapat informasi, bahwa istrinya menjadi korban pembunuhan.

Ia pun tidak mampu memperpanjang masalah yang terjadi di Malaysia. Sebab hal itu menjadi kewenangan pihak kepolisian.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan. Yang penting sekarang sudah kembali dan saya bisa kuburkan secara agama dan keyakinan saya,” katanya lagi.

Baca Juga: Pekerja Migran Buleleng Diduga jadi Korban Pembunuhan di Malaysia

Lebih lanjut Suinten menuturkan, istrinya sudah 1,5 tahun lalu bekerja ke Malaysia. Saat itu dia pamit bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Hanya saja, tatkala itu korban tidak berangkat dari Buleleng. Melainkan berangkat dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Terakhir ia berkomunikasi dengan istrinya pada awal 2024 lalu. Saat itu tiba-tiba komunikasi terputus. Saat itu pun sang istri sudah angkat kaki dari rumah majikannya.

Ia pun hanya bisa ikhlas dengan peristiwa tragis yang dialami sang istri. Dia menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat kepolisian di Malaysia.

“Saya serahkan semua ke sana (Malaysia). Saya yakin  dan percaya pihak berwajib sudah menindaklanjuti. Kami tidak ada tuntutan apapun dan tidak ingin memperpanjang masalah apapun. Biar jalan istri saya lurus tidak ada halangan,” tegasnya.

Terpisah, Kelian Banjar Dinas Gitgit, Made Widyaningsih menuturkan, pihaknya baru menerima informasi terkait kematian korban pada Sabtu (4/1/2025) lalu.

“Kami mendapat sebuah foto dengan narasi yang tidak lengkap. Kami masih berspekulasi dengan foto itu, apakah benar atau tidak. Karena sampai malam tidak ada konfirmasi dari otoritas resmi,” katanya.

Saat itu mereka masih berpikir positif. Karena penipuan marak terjadi dengan berbagai macam modus. Sehingga mereka mengira itu penipuan.

“Kebetulan ada informasi dari salah satu keluarga kami bekerja di sana dan atasannya adalah dari pihak kepolisian. Dari sana akhirnya dapat kepastian informasi,” ujarnya.

Widianingsih menyatakan, peristiwa itu menjadi pukulan berat bagi pihak keluarga. Sebab mendiang memiliki banyak anak.

Mendiang diketahui berangkat ke Malaysia untuk mencari nafkah. Namun kini pulang hanya tinggal nama.

“Sudah pasti jadi pukulan berat bagi keluarga. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kronologis di sana juga tidak tahu,” demikian Widianingsih. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gitgit #pembantu #tki #bangladesh #tenaga kerja indonesia #wna #malaysia