Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak! Sebanyak 25 Titik Jalan Berlubang di Jalan Raya Singaraja- Seririt Ditambal, Dananya dari Pengusaha

Francelino Junior • Selasa, 22 April 2025 | 14:30 WIB

 

Suasana penambalan jalan yang dilakukan di titik pertama. Kegiatan ini merupakan sinergitas antara pemerintah, polisi, dan masyarakat.
Suasana penambalan jalan yang dilakukan di titik pertama. Kegiatan ini merupakan sinergitas antara pemerintah, polisi, dan masyarakat.

 

Radarbuleleng.jawapos.com- Sebanyak 25 titik lubang jalan yang ada di sepuluh titik lokasi di Jalan Raya Singaraja-Seririt ditambal, pada Senin (21/4) pagi.

Penambalan jalan ini dilakukan oleh tiga stakeholder, yakni Polres Buleleng, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, dibantu sejumlah pengusaha. 

Adapun lokasi yang disasar adalah tiga titik di KM 3,7 depan sebuah apotek wilayah Desa Baktiseraga.

Masing-masing satu titik di KM 3,7 timur Traffic Light (TL) Penimbangan, KM 3,9 barat TL Penimbangan, dan KM 5,3 depan PLTGU Pemaron.

Kemudian tiga titik pada KM 6,5 di timur dan barat pintu masuk salah satu hotel di Lovina. 

Tiga titik pada KM 9 timur Simpang Banyualit. Satu titik di KM 13 di depan salah satu rumah makan di wilayah Temukus.

Enam titik di KM 18 depan Mapolsek Banjar. Dua titik di KM 19 depan salah satu toko di wilayah Seririt. Terakhir KM 20 barat salah satu bengkel di wilayah Seririt. 

Titik-titik ini didapat, berdasarkan survei dan pemantauan langsung di lapangan yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng. Mulai sebelum arus mudik Idul fitri 2025 hingga kemarin (Minggu).

Menariknya, penambalan jalan berlubang ini dilakukan dengan bantuan dana dari empat orang pengusaha di bidang restoran, developer, toko, dan advokat.

Dari hanya ngobrol di rumah duka antara kepala Dinas PUTR dan Kapolres Buleleng, kemudian berubah menjadi aksi sinergi untuk upaya preventif.

Dengan komunikasi yang baik, sehingga sinergitas ini dapat terjadi. Keempat orang ini pun menyadari, efisiensi anggaran secara nasional pasti berdampak juga ke pelayanan masyarakat.

”Ada empat pengusaha yang berdonasi memberikan material untuk penutupan lubang jalan. Kami open bill, jadi keperluan silahkan diambil, kami yang tanggung. Setidaknya saat penampahan Galungan, supaya nyaman masyarakat melintas,” kata salah satu perwakilan yaitu Wirasanjaya akrab disapa Chong San.

Sementara itu, polisi mengatakan kondisi jalan berlubang ternyata memberikan dampak secara langsung bagi para pengendara yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.

Yakni menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal atau Out of Control (OC) karena melewati jalan berlubang tersebut. 

”Tingginya traffic dan jalan berlubang di jalur Singaraja-Seririt, membuat sering sekali terjadi laka lantas. Jadi penambalan ini diharapkan mengurangi angka kecelakaan, khususnya di Jalan Raya Singaraja-Seririt,” ujar Waka Polres Buleleng, Kompol I Gusti Agung Made Ari Hermawan.

Menurut Kompol Gusti Ari, sinergitas ini merupakan upaya bersama yang semata-mata menjadi corong, kalau kabupaten sudah melakukan langkah-langkah, guna mengatensi jalan berlubang. Harapannya, pemerintah pusat dan provinsi dapat turun juga, guna melakukan perawatan jalan.

”Akan diberlakukan buka tutup jalan, anggota polisi akan berjaga saat penambalan ini. Sebab beberapa titik berada di tengah jalan dan dekat traffic light,” tambahnya.

Penambalan jalan yang dilakukan oleh masyarakat, Polres dan Dinas PUTR Buleleng diharapkan menjadi langkah preventif agar tidak terjadinya laka lantas, yang berpotensi menyebabkan kerugian material maupun jiwa. Utamanya pada jalan-jalan protokol.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya jalan berlubang, antara lain penuaan aspal, banyaknya kendaraan bermuatan besar, serta cuaca ekstrem di wilayah Buleleng, sehingga menyebabkan kondisi aspal yang lebih rentan retak hingga berlubang.

”Kolaborasi ini bagus, karena ada tanggung jawab masyarakat. Materi dibantu teman-teman pengusaha, kendaraan dan tenaga dari Dinas PUTR, pengamanan dari Polres Buleleng,” ujar Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra.

Pihaknya tak menampik apabila Dinas PUTR Buleleng dan Kementerian PU juga kena imbas efisiensi anggaran.

Tentu ini menyulitkan pihaknya, sebab dengan jumlah jalan yang banyak dan panjang, kemudian lalu lintas, kepadatan, beban, dan pemeliharaan yang tinggi, namun kini harus dihantam dengan efisiensi.

Kata Adiptha, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan memanfaatkan dan memaksimalkan segala sumber, untuk pelayanan publik salah satunya perawatan jalan raya. 

”Kami tidak hanya tunggu uluran tangan, tetapi melakukan sinergi bersama. Ini kan insidental, bentuk nyata untuk masyarakat Buleleng antisipasi pergerakan di Hari Raya Galungan dan Kuningan,” tandasnya.***
 
 
 
Editor : Donny Tabelak
#jalan rusak #PUTR Buleleng #jalan berlubang #Polres Buleleng #lovina