Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cari Pangan Inovatif, Siswa SMK di Buleleng Diajak Olah Tempe

Francelino Junior • Rabu, 4 Juni 2025 | 19:05 WIB
Salah satu peserta saat memproses tempe menjadi salah satu pangan inovatif. Lomba ini dalam rangka Bulan Bung Karno.
Salah satu peserta saat memproses tempe menjadi salah satu pangan inovatif. Lomba ini dalam rangka Bulan Bung Karno.

Radarbuleleng.jawapos.com- Dalam rangka Bulan Bung Karno, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Buleleng, utamanya yang ada jurusan tata boga, diajak untuk mengolah tempe menjadi pangan yang inovatif.

Apalagi dengan kandungan gizinya, tentu tempe dapat menjadi salah satu menu pangan kedepan.

Lomba olahan tempe ini dilakukan di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja pada Selasa (3/6) pagi yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng.

Pesertanya yakni SMKN 1 Sukasada dengan olahan sate tempe, SMKN 2 Tejakula dengan menu rolade tempe and mashed cassava with mushroom sauce, SMKN 1 Seririt olahannya tempe bacem dan urap serta mashed potato, dan SMKN 1 Gerokgak dengan tempe cordon bleu serve with bechamel sauce tempe salad and purple mashed potato.

Kemudian SMKN 2 Singaraja menampilkan rolade tempe saus asam manis porang, SMKN 1 Busungbiu dengan olahan tempe lumer, SMKN 1 Sawan dengan tempe gyoza, SMKN 1 Tejakula menyuguhkan steak tempe, dan SMKN 1 Kubutambahan dengan steak tempe with blackpaper sauce.

”Mengapa pilih tempe? Sebab menjadi salah satu sumber protein nabati yang bagus. Dengan olahan ini, menghapus anggapan kalau tempe itu makanan masyarakat kelas bawah,” ujar Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.

Tentu ini penting, sebab di Buleleng memang ada industri pengolahan tahu dan tempe, yakni di Kelurahan Kampung Baru di wilayah Taman Sari. Di sana berjejer industri rumahan yang mengolah kedelai menjadi tahu dan tempe. 

Kata Sutjidra, tentu ini menjadi kearifan lokal yang menarik. Pihaknya pun berharap bahan baku tahu dan tempe yakni kedelai, mudah didapatkan kalau bisa berasal dari lokal saja.

Sebab tempe merupakan salah satu sumber nabati yang baik untuk kesehatan.

”Kami upayakan inovasi olahan pangan, yakni nasi jagung, begitu juga dengan tempe, nasi ketela. Sehingga bervariatif olahan pangan di Buleleng,” jelasnya.

Lomba olahan tempe ini menggandeng juga dewan juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Badan Pengurus Cabang (BPC) Kabupaten Buleleng.

Tentu saja kegiatan benar-benar memperhatikan proses dan hasil pengolahan makanan.

Maka dari itu, sejumlah kriteria pun disematkan dalam lomba ini, Yakni tingkat kesulitan pengolahan, hasil olahan, hingga kombinasi dengan hidangan pendamping alias harus sesuai dengan tradisional.

Yang diutamakan tentu tingkat kesulitan dalam pengolahan, sebab mengolah tempe tidak sekedar memotong dan menggoreng saja.

”Yang terpenting juga, hasil olahan ini agar tidak menghilangkan rasa tempenya. Harus rasa tempe yang utama dan pertama. Sehingga bisa diterima masyarakat,” ujar Chef Made Setiawan, salah satu juri yang juga Ketua ICA BPC Buleleng.

Pihaknya mengungkapkan, pemenang dalam lomba ini akan digodok menu dan pesertanya, agar dapat masuk ke hotel.

Tentu saja dilakukan inovasi lagi, agar sesuai dengan kriteria makanan di hotel dan restoran besar. Utamanya mengenai tekstur dan bumbu.

Dengan kata lain, menu yang diciptakan oleh pelajar SMK ini tidak akan diklaim. Namun mereka akan diajak untuk terus berinovatif, agar olahan pangan mereka dapat dinikmati di hotel-hotel.

Atau resepnya dapat diambil oleh dinas terkait, agar disempurnakan kembali, dan diikutsertakan dalam lomba lagi.

”Adanya olahan tempe ini, generasi sekarang mau ikut memakan dan mengenal tempe. Dan tidak menganggap sebagai makanan murah. Padahal nilai gizinya sangat tinggi,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Tata Boga #inovatif #bupati buleleng #olahan tempe #smk #Bulan Bung Karno