Radarbuleleng.jawapos.com- Kabar duka menyelimuti perjalanan rombongan haji asal Kabupaten Buleleng.
Seorang dari mereka yakni Mahriya Mursit, 69, harus menghembuskan napas di Arab Saudi pada Jumat (30/5), dalam rangkaian ibadah haji.
Pelaksana Harian (Plh) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng, Lewa Karma menerangkan, Mahriya meninggal dunia sebelum memulai rangkaian ibadah haji.
Atau sebelum berangkat ke Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang merupakan tiga lokasi penting dalam fase ibadah haji.
”Jamaah wafat saat posisi di Makkah. Beliau sakit, ditengarai kecapean karena perjalanan jauh,” ujar Lewa Karma pada Kamis (12/6).
Dijelaskan lebih lanjut, berdasarkan catatan kesehatan dari tim kesehatan haji Kloter Sub-71, Mahriya sempat mengalami demam.
Tak hanya itu saja, ia juga diketahui kehilangan nafsu makan sejak lima hari terakhir sebelum meninggal dunia.
Namun pada Jumat (30/5) sekitar pukul 15.09 Waktu Arab Saudi, yang bersangkutan dilaporkan tidak sadarkan diri.
Meski sempat dilakukan pemeriksaan tekanan darah, namun ternyata sudah tidak terekam lagi denyut nadinya. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
”Jemaah yang wafat di Mekkah dimakamkan di Kuburan Ma’la,” lanjut Plh PHU Kemenag Buleleng itu.
Kabar duka ini pun sudah disampaikan Kemenag Buleleng ke pihak keluarga Mahriya, dengan langsung mengunjungi ke rumah duka di wilayah Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Kata Lewa Karma, ini untuk memastikan pemenuhan hak-hak Mahriya sebagai jamaah haji yang wafat di tanah suci.
Sekedar diketahui, Mahriya Mursit merupakan salah satu dari 84 calon jamaah haji yang berangkat dari Buleleng pada Rabu (21/5).
Memang sebagian besar tamu Allah dari Bali utara sudah berusia sepuh. Setelah tiba di Surabaya, rombongan Kloter Sub-71 ini melanjutkan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi pada Jumat (23/5).
Namun sepekan tiba di Arab Saudi, Mahriya meninggal dunia. Selain ia, ada juga dua orang jamaah haji asal Bali yang menghembuskan napas terakhir di tanah suci pada awal Juni.***