Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kabar Gembira! Warga Buleleng yang Sakit Kejiwaan Sudah Bisa Berobat ke RSUD Buleleng

Francelino Junior • Selasa, 24 Juni 2025 | 13:27 WIB

 

Potret layanan kejiwaan di RSUD Buleleng. Setidaknya masyarakat Bali utara mendapatkan layanan jiwa lebih dekat, daripada ke RSJ Bangli.
Potret layanan kejiwaan di RSUD Buleleng. Setidaknya masyarakat Bali utara mendapatkan layanan jiwa lebih dekat, daripada ke RSJ Bangli.

Radarbuleleng.jawapos.com- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng kini melayani masyarakat yang mengalami sakit kejiwaan.

Ini sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat Bali utara, agar tidak perlu pergi jauh ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

Layanan kejiwaan itu dilakukan di Ruang Akasia. Di dalamnya dilengkapi lima bangsal rawat inap.

Satu ruang isolasi dengan keamanan maksimum yang dirancang sesuai standar Kementerian Kesehatan RI.

Ruangan ini diperuntukkan, bagi kasus-kasus berat yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Empat bangsal lainnya digunakan untuk pasien dengan gejala gangguan jiwa seperti gaduh gelisah, namun tidak memerlukan pengamanan maksimal.

Tercatat pada Maret ada 14 pasien, April sebanyak sepuluh pasien, Mei tercatat ada 12 pasien, dan Juni sudah ada delapan pasien. Pada Senin (23/6), Ruang Akasia itu terisi tiga orang pasien.

”Desain ruangannya harus khusus. Terisolasi dari bangsal umum, namun tidak terasa seperti penjara. Aman bagi pasien, keluarga, dan lingkungan rumah sakit, serta tetap memperhatikan kenyamanan psikologis,” ujar Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha pada Senin (23/6).

Dilanjutkannya, layanan di Ruang Akasia dipastikan sudah memenuhi seluruh standar nasional, juga ada dua psikiater aktif.

Namun RSUD Buleleng tetap menambah tenaga medis, sesuai dengan kebutuhan.

Meski begitu, obat-obatan psikiatri sudah tersedia lengkap, termasuk sarana pendukung seperti alat restrain untuk keperluan medis tertentu.

Selain penanganan medis, RSUD Buleleng juga menyiapkan lingkungan rehabilitatif yang mendukung proses penyembuhan. Yakni dengan adanya halaman terbuka yang luas, menjadi tempat terapi psikologis.

Kedepan akan ditambah fasilitas olahraga dan seni untuk pasien yang dalam tahap pemulihan.

”Ruang ini tidak hanya mengobati secara medis, tapi juga memberi ruang ekspresi dan harapan. Agar pasien merasa dihargai, keluarga merasa tenang,” tambah dr. Arya.

Ruang rawat inap kejiwaan ini lahir, untuk memberikan pelayanan kesehatan mental yang lebih mudah dijangkau, bermutu dan manusiawi, utamanya bagi masyarakat Buleleng.

Sebab selama ini, kalau ada masyarakat Buleleng yang mengalami gangguan jiwa berat, maka harus dirujuk ke Bangli.

Hanya saja perlu biaya transportasi dan tenaga pendamping. Hal ini menjadi bebena tersendiri. 

Namun kini dengan lebih dekat di RSUD Buleleng, setidaknya agar pasien bisa dirawat di Buleleng saja.

Tetapi, kalau ada kasus-kasus yang membutuhkan peralatan atau terapi lanjutan, utamanya yang belum tersedia di RSUD Buleleng seperti terapi kejut listrik untuk depresi berat, maka ada opsi rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

”Harapannya, motivasi sembuh menjadi lebih besar karena dukungan keluarga yang lebih dekat. Layanan ini sebelum beroperasi, sudah dilakukan visitasi dan evaluasi menyeluruh. Jadi ini bukan layanan asal buka, tapi sangat terstandar,” tegasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#psikiater #sakit jiwa #kementerian kesehatan #rsj bangli #rsud buleleng