Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perbekel Sepang Kelod Diminta Mundur, Warga Sebut Lakukan Pembohongan Publik dan Berkhianat Tentang Tapal Batas.

Francelino Junior • Selasa, 1 Juli 2025 | 14:31 WIB

 

Warga Desa Sepang Kelod meminta perbekelnya untuk mundur, karena sejumlah alasan.
Warga Desa Sepang Kelod meminta perbekelnya untuk mundur, karena sejumlah alasan.

Radarbuleleng.jawapos.com- Situasi di Desa Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng mendadak berubah.

Perbekelnya yakni I Made Suarja diminta turun oleh masyarakatnya, karena dianggap melakukan pembohongan publik serta merugikan.

Masyarakat Desa Sepang Kelod melakukan aksi di depan kantor perbekel pada Senin (30/6) pagi.

Mereka juga memasang spanduk yang berisi mosi tidak percaya dengan tiga topik, kepada pemimpin wilayahnya. 

Pertama, agar perbekel Desa Sepang Kelod mengundurkan diri karena telah melakukan tiga kebohongan publik dan berkhianat tentang tapal batas.

Kedua, masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan perbekel, yang telah merugikan masyarakat dinas dan krama Desa Adat Sepang tentang tapal batas.

Ketiga, agar perbekel Desa Sepang Kelod mengundurkan diri dari jabatannya.

”Aksi ini muncul akibat perbekel tidak melaksanakan amanah masyarakat. Apa yang dikatakan, hasilnya berbeda. Istilah kerennya, rating kanan, belok kiri. Tidak konsekuen dan konsisten,” ujar perwakilan warga, Putu Wijaya.

Masalah tapal batas antara Desa Sepang Kelod dengan Dapdap Putih memang menjadi pemicu utamanya.

Sebab permintaan warga yang ingin mempertahankan tanah leluhurnya, bukan malah menyerahkan kepada desa tetangga. Apalagi belum ada dasar hukumnya.

Wijaya melanjutkan, perbekelnya juga mengatakan kalau SK Desa Sepang Kelod sudah ada sejak 1928.

Hal itu disampaikan ke desa adat hingga ke banjar-banjar. Tetapi ketika dikejar buktinya sampai detik ini, tidak dapat dibuktikan.

”Selain itu, bukannya mengejar tim kabupaten untuk turun, tahu-tahu menulis surat agar kabupaten segera menetapkan batas wilayah. Itu kan pembohongan publik. Bukannya memperjuangkan dan menetapkan batas desa sesuai dengan tanah warga,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, warga Desa Sepang Kelod juga akan melakukan aksi serupa agar tuntutan mereka terdengar. Juga dapat menyelesaikan masalah tapal batas desa mereka.

”Kami juga menuntut agar perbekel Desa Sepang Kelod untuk mengundurkan diri,” tegas Wijaya.***

Editor : Donny Tabelak
#tapal batas #perbekel #Desa Sepang #pembohongan Publik