Radarbuleleng.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kian mematangkan gelaran bergengsi miliknya, yakni Buleleng Festival (Bulfest).
Rencananya dan sesuai kebiasaan, festival ini kembali digelar pada Agustus yang pusatnya di Titik 0 Kota Singaraja atau Tugu Singa Ambara Raja.
Rapat persiapan dan pematangan ini digelar pada Senin (7/7) pagi di Ruang Rapat Lobby Kantor Bupati Buleleng.
Agenda ini dipimpin langsung Bupati I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa.
Tentu rapat ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi dan koordinasi lintas perangkat daerah, agar pelaksanaan Bulfest 2025 dapat berjalan sukses.
Apalagi festival itu ”mati suri” sekian tahun lamanya, sejak usainya pemerintahan Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi I Nyoman Sutjidra, ditambah terpaan badai pandemi Covid-19.
Maka dari itu, karena kembali digelar, penyusunan konsep acara yang matang dan menarik, mulai dari susunan acara, penataan panggung, hingga pemilihan kesenian tradisional khas Buleleng maupun nasional yang akan ditampilkan, sangat penting untuk dikonsepkan.
”Bulfest tidak hanya hiburan saja, tapi menjadi ruang ekspresi budaya dan promosi potensi lokal Buleleng juga. Sehingga semuanya harus dipersiapkan secara komprehensif, mulai dari seni tradisional, modern dan populer agar gaungnya bisa lebih luas,” ujar Bupati Sutjidra.
Rencananya, Bulfest 2025 terselenggara sejak 18-23 Agustus, dengan tema utama The Mask Of Buleleng (Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng).
Selain panggung utama di Titik 0 Tugu Singa Ambara Raja, juga terdapat beberapa titik panggung/stage lainnya seperti Puri Kanginan, Sasana Budaya, Laksmi Graha, serta RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng.
Pemkab Buleleng juga merancang mencarter 60 unit bemo dan dokar, sebagai transportasi antar jemput pengunjung dari titik-titik strategis di wilayah Kota Singaraja, menuju ke Bulfest. Tentu saja ini berlaku gratis.
”Ini untuk kenyamanan pengunjung, sekaligus pemberdayaan bagi para kusir dokar dan sopir bemo lokal agar mereka turut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi, selama Bulfest berlangsung,” jelas Sutjidra.***
Editor : Donny Tabelak