SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seminggu pasca pengalihan arus kendaraan besar ke jalur Jalan raya Singaraja-Denpasar, utamanya di wilayah Kabupaten Buleleng, ternyata banyak terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Sebab banyak sopir-sopir kendaraan berat yang memang asing saat melintas di ruas jalan tersebut.
Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin mengatakan, selama pengalihan arus dari Denpasar-Gilimanuk akibat amblesnya jalan di wilayah Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan Senin (7/7/2025), hanya ada dua laporan laka lantas out of control (OC) yang sampai ke polisi.
Sedangkan ramai di media sosial yang menampilkan berbagai peristiwa di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, terutama di jalur Singaraja-Wanagiri, yang hampir setiap hari menjadi konsumsi publik.
”Laporan hanya ada dua. Sedangkan kecelakaan lainnya tidak dilaporkan ke polisi, karena langsung ditangani dan kendaraan melanjutkan perjalanan,” ujarnya pada Minggu (13/7/2025).
Adapun dua laka lantas yang dilaporkan ke polisi yakni terjadi pada Jumat (11/7/2025) sekitar pukul 12.30 Wita melibatkan truk dengan nomor polisi (nopol) S 9445 NF yang dikemudikan oleh Agus Sabariman, 49, warga asal Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Truk yang mengangkut baja ringan itu masuk jurang, akibat tak kuat menanjak, di Jalan Raya Singaraja-Sambangan wilayah Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada. Diketahui sopir mengikuti arahan Google Maps.
Ada juga kecelakaan yang terjadi wilayah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada yang melibatkan truk nopol DK 8744 GV yang dikemudikan Muhayit, 65, warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 11.15 Wita.
Truk tersebut terguling di pinggir Jalan Raya Singaraja-Denpasar KM 22, akibat rem blong di jalan menurun hingga menabrak tebing dan terguling.
”Menyikapi peristiwa yang ada, kami sarankan kendaraan sumbu tiga keatas, untuk memindahkan muatannya ke kendaraan lebih kecil, agar lebih fleksibel saat melintas jalur Gitgit,” ujar Bachtiar.
Dilanjutkannya, Polres Buleleng telah melakukan penyekatan pada beberapa titik. Seperti di depan Pasar Banyuasri, seputar Kota Singaraja, Tugu Tiga, dan Terminal Sangket.
Himbauan juga diberikan agar kendaraan besar tidak melintasi jalur Gitgit, sebab medannya membahayakan bagi kendaraan sumbu tiga keatas. Apalagi bagi kendaraan yang memang tidak terbiasa melintasi jalan tersebut.
Sebab jika tidak terbiasa dengan medan jalur Singaraja-Wanagiri, apalagi dengan ruas jalan yang kecil dan tikungan tajam, berpotensi menyebabkan kendaraan mogok, as patah, hingga terjadinya laka lantas. Sehingga diarahkan agar dapat melewati jalur Singaraja-Amlapura, meski jauh tapi aman.
”Termasuk bus besar, kami himbau juga agar tidak menggunakan jalur Gitgit,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya