Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Truk Makin Ramai Lewat Buleleng, Terminal Cargo Kewalahan Layani Pengemudi

Eka Prasetya • Jumat, 18 Juli 2025 | 00:39 WIB
RAMAI: Truk yang parkir di areal Terminal Cargo Buleleng. Sejak pengalihan arus lalu lintas ke Buleleng, truk yang melintas semakin ramai.
RAMAI: Truk yang parkir di areal Terminal Cargo Buleleng. Sejak pengalihan arus lalu lintas ke Buleleng, truk yang melintas semakin ramai.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Arus kendaraan angkutan barang yang melintas di Jalan Raya Singaraja-Denpasar semakin padat saja.

Kondisi itu merupakan imbas dari amblasnya ruas Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. Sehingga kendaraan sumbu tiga dialihkan melalui Kabupaten Buleleng.

Terminal Cargo Buleleng yang selama ini menjadi rujukan parkir kendaraan dengan tonase besar, kewalahan melayani para pengemudi.

Pantauan Radar Buleleng, armada truk terlihat menumpuk di terminal tersebut. Bahkan truk sudah parkir hingga mendekati pintu masuk terminal.

Kondisi di dalam terminal juga tak kalah sesak. Puluhan truk berjejer parkir. Banyak pengemudi yang beristirahat sembari menunggu waktu yang lebih sepi untuk melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP mengatakan, angkutan barang yang melintas di Kabupaten Buleleng memang mengalami peningkatan yang signifikan.

Sebenarnya, truk-truk dengan tonase besar dianjurkan melansir muatan mereka ke armada yang lebih kecil. Tapi toh, banyak truk besar yang melintas.

Pihaknya pun menyiagakan terminal untuk menampung kendaraan-kendaraan besar. Sehingga para pengemudi tidak berhenti di pinggir jalan.

Alhasil, kondisi terminal barang yang terletak di kawasan Desa Baktiseraga, Buleleng, kini penuh sesak.

Gunawan menyebut, jumlah kendaraan yang parkir di Terminal Cargo naik hingga dua kali lipat.

“Normalnya itu 10-15 unit per hari, termasuk yang bermalam. Kalau sekarang itu bisa sampai 35 unit yang bermalam,” ujarnya.

Karena Terminal Cargo sudah penuh sesak, pihaknya juga membuka sejumlah terminal lain untuk kendaraan barang.

Diantaranya Terminal Banyuasri, Terminal Sangket, Terminal Penarukan, termasuk Terminal Pancasari.

“Untuk sementara kendaraan angkutan barang bisa berhenti di sana. Termasuk kalau mau melansir barang juga bisa,” tegas Gunawan.

Gunawan memastikan Dinas Perhubungan Buleleng tidak akan memungut retribusi masuk terminal untuk truk-truk tersebut. Sehingga tidak akan memberatkan para pengemudi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Cargo #kendaraan #truk #angkutan #pengemudi #parkir #Terminal Cargo #jalan raya #terminal #Terminal Barang #perhubungan #Barang