SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Meningkatnya tren penggunaan skincare di kalangan anak muda memantik kepedulian mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dharma Duta dan brand lokal Kunyit Ayu, mereka menggelar webinar edukatif bertajuk “Skincare Aman: Bijak Memilih Kosmetik yang Tepat dan Legal”.
Webinar tersebut berhasil menarik perhatian 160 peserta dari berbagai latar belakang usia, mulai dari 14 hingga 27 tahun. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi respons atas maraknya peredaran produk kosmetik ilegal yang bisa membahayakan kesehatan kulit.
Ketua Panitia Webinar, Ketut Ardhika Dharmajaya mengatakan, webinar itu berawal dari kegelisahan para mahasiswa. Banyak mahasiswa yang mulai menggunakan skincare. Sayangnya, tak semua mahasiswa memahami cara memilih skincare yang aman.
Masalahnya, mahasiswa kerap kali terjebak dengan bujuk rayu. Mulai dari promosi hingga harga yang bersahabat. Padahal kosmetik yang dipilih, bisa saja berdampak negatif bagi kesehatan.
“Kita semua tentu ingin tampil percaya diri, tapi jangan sampai mengorbankan keselamatan kulit. Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa jadi pengguna yang cerdas sekaligus agen edukasi di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari brand Kunyit Ayu, serta kehadiran narasumber kompeten dari Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Buleleng.
Ketua HMJ Dharma Duta, Pande Nyoman Trimahanarayani, menilai literasi kosmetik sebagai bagian dari dharma mahasiswa.
“Mahasiswa punya peran penting menyuarakan pentingnya produk legal. Kami bangga bisa bekerja sama dengan Loka POM yang selama ini menjadi garda depan dalam pengawasan kosmetik di masyarakat,” jelasnya.
Kepala Loka POM Buleleng, Rai Gunawan mengungkap dampak serius dari penggunaan kosmetik ilegal.
“Jangan anggap remeh skincare abal-abal. Banyak produk yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat. Zat-zat ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal, kanker, hingga gangguan hormonal,” tegasnya.
Rai Gunawan juga memberikan tips praktis untuk mengecek legalitas produk melalui situs cekbpom.pom.go.id dan aplikasi BPOM Mobile. Tak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai efek samping kosmetik dan cara melaporkannya jika terjadi keluhan.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari peserta. Salah satunya, Putu Ananda Satya Widya Pramana, 19, asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar.
“Webinar ini sangat menyenangkan. Materinya relevan dan narasumbernya langsung dari BPOM, jadi makin percaya,” ungkapnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya