Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kominfo Buleleng Tambah CCTV di Kota Singaraja. Fokus di Titik Rawan

Eka Prasetya • Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:48 WIB

 

PASANG CCTV: Staf Dinas Kominfo Santi memasang kamera CCTV.
PASANG CCTV: Staf Dinas Kominfo Santi memasang kamera CCTV.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng terus memperkuat sistem pemantauan di wilayah perkotaan. 

Tahun ini, sejumlah kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) baru akan dipasang di beberapa titik strategis di Kota Singaraja. 

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan keamanan publik sekaligus membantu pengawasan lalu lintas di pusat kota.

Kepala Dinas Kominfo Santi Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan penambahan unit CCTV dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai ramai aktivitas masyarakat, rawan kecelakaan, maupun kriminalitas. 

Adapun titik yang dimaksud yakni kawasan Pelabuhan Tua Singaraja, Taman Kota Singaraja, Simpang Empat Jalan WR. Supratman Penarukan, Simpang Empat Jalan Ahmad Yani Pantai Penimbangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, serta simpang tiga Polsek Sukasada.

“Total ada sekitar lima sampai enam titik baru. Pemasangannya dilakukan bertahap sesuai anggaran dan tingkat urgensinya,” ujar Suwarmawan.

Menurutnya, sebagian besar pengadaan CCTV ini bersumber dari APBD Buleleng 2025. 

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 160 juta, terdiri dari Rp100 juta untuk pembelian CCTV dome dan Rp 60 juta untuk perangkat penyimpanan (Network Video Recorder). 

Selain APBD, Suwarmawan juga menyebut akan mengupayakan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu provider telekomunikasi.

Satu unit kamera dibanderol sekitar Rp 20 juta, belum termasuk jaringan pendukung yang bisa menelan biaya Rp 30 juta hingga Rp 40 juta per unit. 

Adapun kamera yang dipasang sudah mampu merekam plat nomor kendaraan, meski belum sepenuhnya optimal untuk kendaraan yang melaju cepat. Terlebih lagi dalam kondisi gelap.

“Fokus kami adalah area publik yang ramai, seperti jalan utama dan ruang terbuka. CCTV ini akan membantu pemantauan keamanan dan arus lalu lintas, termasuk deteksi dini terhadap kemacetan maupun insiden di lapangan,” jelasnya.

Saat ini, terdapat sembilan titik CCTV aktif di Buleleng, antara lain di Tugu Singa (dua unit), Catus Pata Buleleng, Jalan Udayana, Jalan Diponegoro, RTH Yowana Asri, serta Jalan Yudistira di belakang RSUD Buleleng. 

Khusus di Jalan Yudistira, kamera dipasang untuk memantau kebersihan lingkungan agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Dinas Kominfo Buleleng berencana memperluas pemasangan hingga ke kawasan daya tarik wisata (DTW). 

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Bali agar seluruh data rekaman CCTV bisa diintegrasikan ke sistem Satu Data Provinsi Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kamera #keamanan #plat nomor #ramai #csr #rth #komunikasi #lalu lintas #pantai penimbangan #taman kota #cctv #pelabuhan tua #apbd #Simpang Empat #buleleng #kominfo