SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pembersihan tangki Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali, kini telah mencapai 50 persen.
Proses pengangkatan endapan minyak berstatus limbah B3 yang memenuhi kompartemen kapal raksasa itu ditargetkan tuntas pada awal 2026.
FSO Cinta Natomas telah bersandar di Celukan Bawang sejak 16 Desember 2018 setelah berlayar lima hari dari Pelabuhan Tuban, Jawa Timur.
Kapal penampungan minyak berukuran 183,60 meter dengan bobot 143.391 ton itu berada di Jetty Curah Cair dan dikelola PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.
Manager HSSE Operation Pertamina Zona 11, Chandra Sunaryo, menyebut lambatnya progres pembersihan disebabkan ukuran kapal yang sangat besar dan tingginya risiko kerja.
“Ukurannya hampir dua kali lapangan sepak bola. Tim maksimal hanya 60 orang. Pengerjaannya tidak bisa buru-buru karena industri migas itu sangat sensitif,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Di dalam kapal, terdapat campuran liquid dan sludge, endapan minyak yang menumpuk selama bertahun-tahun. Pembersihan dilakukan pada 12+1 kompartemen menggunakan pompa eksternal karena pompa internal sudah tidak berfungsi.
Baca Juga: Dandim Buleleng Kembali Berganti, Letkol Achmad Setyawan Resmi Pimpin Kodim 1609/Buleleng
Metodenya memakai water jet dengan air yang telah dimurnikan. Sludge yang terangkat dipindahkan ke kapal penampung lain sebelum dikirim ke fasilitas pengolahan limbah di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.
Untuk mencegah kebocoran minyak, Pertamina memasang oil boom sepanjang 600 meter, menurunkan oil skimmer, serta melakukan patroli rutin setiap hari.
Hingga kini, sekitar 146 ton residu padat dan 1.872 ton limbah cair berhasil diangkut. Total endapan yang harus dibersihkan mencapai sekitar 100 ribu ton, dengan 10 persennya berupa material padat.
Proses tank cleaning berjalan sembari menunggu FUPP (Formulir Usulan Pelepasan dan Penghapusan) sebagai tahap pengembalian kapal ke negara.
Proses administratif ini melibatkan sejumlah kementerian, dengan keputusan akhir berada di Kementerian Keuangan.
Engineer Project & Construction Pertamina Zona 11, Edo Septiawan, menegaskan progres pembersihan sejak Juli hingga November sudah sesuai target.
“Progresnya 50 persen. Target awal 2026 selesai,” jelasnya.
Terkait kondisi kapal yang tampak miring, Asisten Manager Offshore Marine Pertamina EP Asset 4 Sukowati, Agus Mulyanto, memastikan kondisi itu masih aman.
“Kapal miring itu wajar, apalagi usianya sudah tua,” katanya.
FSO Cinta Natomas merupakan kapal buatan Jepang tahun 1972, berjenis single hull tanpa mesin penggerak sehingga harus ditarik kapal lain. Fungsinya murni sebagai penyimpanan sebelum minyak dikirim ke fasilitas pengolahan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya