SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pengerjaan proyek shortcut Singaraja–Denpasar titik 9-10 mulai berlangsung.
Aktivitas awal di lapangan ditandai dengan pekerjaan persiapan dan galian menjelang pelaksanaan ground breaking yang dijadwalkan pada 7 Januari.
Pantauan Radar Buleleng, sejumlah truk dan alat berat mulai melakukan perataan lahan di sekitar lokasi proyek. Tepatnya di sebelah selatan SDN 4 Gitgit.
Shortcut titik 9-10 ini dirancang untuk memangkas jalur ekstrem di kawasan Gitgit hingga Pegayaman. Dari sebelumnya 38 tikungan tajam, nantinya hanya tersisa 13 tikungan.
Artinya, sebanyak 25 tikungan berhasil dipangkas untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi waktu tempuh.
Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, pekerjaan fisik di lapangan sudah mulai berjalan. Meski seremoni peletakan batu pertama baru akan dilakukan pada awal Januari.
“Shortcut tanggal 7 Januari groundbreaking. Ini pengerjaan sudah mulai, ada galian-galian, persiapan,” kata Koster, kemarin (28/12/2025).
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Ambengan Beroperasi. Terapkan Program Ternak Babi untuk Anggota
Shortcut titik 9-10 memiliki total panjang 3.900 meter. Rinciannya, panjang badan jalan mencapai 2.958 meter, sedangkan panjang jembatan mencapai 942 meter.
Jalur ini dirancang dengan tingkat kelandaian antara 3,5 persen hingga 10 persen.
Secara geografis, jalan akan membentang dari SDN 4 Gitgit di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit.
Selanjutnya, trase melambung ke arah timur hingga masuk wilayah Desa Pegayaman.
Ujung utara shortcut berada di sebelah selatan GKPB Gunung Muria, Banjar Dinas Gitgit.
Koster menjelaskan, meski tidak memiliki struktur bangunan khusus, proyek ini tergolong kompleks karena banyaknya jembatan dengan konstruksi berat.
“Anggarannya tinggi, karena jembatannya banyak. Ada jembatan nanti, jembatannya berat-berat lagi. Makanya dua tahun,” ujarnya.
Pembangunan shortcut titik 9-10 ditargetkan rampung pada 2027. Selanjutnya, pengerjaan akan dilanjutkan ke titik 11-12 pada 2028 mendatang.
Untuk pelaksanaan proyek, pembangunan shortcut tahap 1 dimenangkan oleh PT Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 291,14 miliar.
Sementara tahap 2 dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 187 miliar.
Koster memastikan, seluruh pendanaan proyek bersumber dari APBN. Sementara untuk pembebasan lahan telah diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
“Itu full APBN. Pembebasan lahannya saja provinsi, tidak ada masalah lagi untuk pembebasan lahan. Sudah selesai beberapa tahun lalu,” tegasnya. (*)
tUntuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya