Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jelang Imlek 2577, Rupang Dewa di TITD Ling Gwan Kiong Dibersihkan. Gunakan Tirta dari Tiga Sumber Mata Air

Francelino Junior • Rabu, 11 Februari 2026 | 17:44 WIB

 

BERSIHKAN RUPANG: Umat melakukan pembersihan rupang di TITD Ling Gwan Kiong, Singaraja. Proses pembersihan dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek 2577.
BERSIHKAN RUPANG: Umat melakukan pembersihan rupang di TITD Ling Gwan Kiong, Singaraja. Proses pembersihan dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek 2577.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili/2026, umat Tridharma di Buleleng menggelar tradisi sakral pembersihan altar dan kimsin (rupang) dewa-dewi di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. 

Tradisi tersebut rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penyucian tempat ibadah sebelum Tahun Baru Imlek.

Prosesi diawali dengan sembahyang mengantar para dewa naik ke langit atau Song Shen Shang Tian pada Selasa (10/2/2026) pukul 23.30 WITA. 

Dalam kepercayaan Tridharma, momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan altar, karena para dewa diyakini sedang “kembali ke langit”.

Selanjutnya pada Rabu (11/2/2026) proses pembersihan altar dan rupang mulai dilakukan oleh para pengurus tempat ibadah.

Di TITD Ling Gwan Kiong, rupang utama yang disemayamkan adalah Tan Hu Cin Jin. Selain itu terdapat pula rupang I Gusti Ngurah Tubuh, Ida Bagus Denkayu, Tian Sian Sing Bo, Kuan Im Po Sat, Hok Tek Cing Sin, Kwan Im, hingga Cao Kun Kong.

Setelah prosesi sembahyang, rupang-rupang di altar diturunkan secara hati-hati. Jubah yang melekat pada patung dilepas, lalu dilakukan pembersihan menggunakan kuas dan lap baru untuk menyapu debu. Penyucian juga menggunakan air yang diambil dari mata air suci.

“Sehingga ketika dewa-dewi turun kembali, sudah bersih kembali,” ujar Humas TITD Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial.

Pembersihan tidak dilakukan sembarangan. Prosesi hanya boleh dilaksanakan saat para dewa diyakini sedang berada di langit, sehingga altar dalam kondisi “kosong”. Setelah dibersihkan, rupang kembali dikenakan jubah baru.

Menariknya, air yang digunakan merupakan tirta atau air suci berasal dari tiga mata air di Buleleng. Yakni Pura Ponjok Batu di Kecamatan Tejakula, Pura Taman Sari, serta Pura Tirta Sudamala di Kecamatan Buleleng.

“Masing-masing dua jerigen. Pembersihan juga menggunakan kembang sembilan rupa,” tambah Gunadi.

Dalam kepercayaan Tridharma, saat ini Dewa Dapur tengah menggelar pertemuan akbar untuk melaporkan segala hal baik dan buruk kepada Yang Maha Kuasa sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kehidupan di dunia.

Rangkaian perayaan Imlek di TITD Ling Gwan Kiong masih akan berlanjut. Pada Senin (16/2/2026) pukul 09.00 Wita digelar sembahyang bersama tutup tahun Ular Kayu. Malam harinya, pukul 19.00–21.00 Wita dilaksanakan sembahyang sujud bakti dalam tiga sesi.

Tepat pukul 23.59 WITA digelar sembahyang pergantian tahun, dilanjutkan pesta kembang api. 

Pukul 00.30 Wita umat kembali sembahyang untuk memohon petunjuk kondisi umum di Tahun Kuda Api.

Sementara itu, pada Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WITA akan digelar sembahyang menyambut turunnya para dewa atau Jie Shen, menandai lengkapnya rangkaian sakral menyambut Tahun Baru Imlek. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#umat #Dewa Dapur #rupang #titd #penyucian #tradisi #imlek #Tridharma #tahun baru imlek #altar #Ling Gwang Kiong