Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tak Cukup Bangun TPS3R, Pemuda Hindu di Buleleng Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petugas Kebersihan

Eka Prasetya • Minggu, 1 Maret 2026 | 17:42 WIB

 

MENGGUNUNG: Timbunan sampah menggunung di TPA Bengkala.
MENGGUNUNG: Timbunan sampah menggunung di TPA Bengkala.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hingga akhir 2025, Pemkab Buleleng telah memiliki 57 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang aktif beroperasi. 

Namun dalam praktiknya, banyak TPS3R yang dinilai belum optimal dalam menekan persoalan sampah. Padahal penanganan sampah kini semakin mendesak.

Para pemuda Hindu di Buleleng pun menawarkan solusi kepada pemerintah untuk memperkuat sekaligus mempercepat penanganan sampah di Bali Utara.

Dewan Pimpinan Kabupaten Persatuan Pemuda Hindu Indonesia (DPK Peradah) Buleleng menilai, sistem pengelolaan sampah di Buleleng belum sepenuhnya terintegrasi dari hulu ke hilir.

Ketua DPK Peradah Buleleng, Made Teja Artha Sakti Sukma, menyebutkan hampir seluruh wilayah memang telah memiliki TPS3R. Namun, belum semua berfungsi maksimal. Bahkan, masih ada desa yang belum memiliki fasilitas tersebut.

“Jika memungkinkan di beberapa desa yang belum agar bisa disegerakan. Apalagi soal sampah ini kan sudah sangat-sangat darurat tapi TPS3R belum semua maksimal difungsikan,” ujarnya usai diskusi pengelolaan sampah di Kantor Bupati Buleleng, Sabtu (28/2/2026).

Selain belum meratanya TPS3R, Peradah juga menyoroti ketimpangan fasilitas dan keterbatasan peralatan pemilahan maupun pengolahan sampah. Akibatnya, proses pengelolaan di sejumlah titik berjalan kurang efektif.

Menurut Teja, tanpa dukungan sarana yang memadai, target pengurangan sampah hanya akan menjadi wacana.

Peradah menawarkan sejumlah langkah konkret. Salah satunya, meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi petugas kebersihan yang menjadi garda terdepan pengelolaan sampah.

“Kalau mau maksimal, ya mereka yang bekerja setiap hari bergelut dengan sampah, risiko kesehatan tinggi harus benar-benar diperhatikan kesejahteraan, perlindungan kerja, dan fasilitas keselamatannya oleh pemerintah. Jangan hanya diberi upah seadanya mana bisa bekerja maksimal,” tegasnya.

Menurutnya, perbaikan sistem harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia, penyediaan alat memadai, serta optimalisasi TPS3R yang sudah ada sebelum membangun yang baru.

Peradah juga mendorong integrasi pengelolaan dari tingkat rumah tangga, desa, hingga tempat pembuangan akhir dinilai menjadi kunci agar persoalan sampah tak terus menjadi “bom waktu” bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Ini soal masa depan lingkungan kita. Kalau tidak dibenahi sekarang, dampaknya akan kita rasakan bersama,” pungkas Teja. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #kesejahteraan #kesehatan #fasilitas #Peradah #pemkab buleleng #pemuda #bali utara #sampah #buleleng #petugas kebersihan #TPS3R