SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Proyek penataan titik nol Kota Singaraja mulai berdampak pada arus lalu lintas.
Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng memastikan akan segera menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan berat dari sejumlah ruas utama di pusat kota. Rekayasa ini bukan hanya sementara, tapi diprediksi akan berlangsung permanen.
Kendaraan truk dan bus nantinya tidak lagi diperkenankan melintas di Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, dan Jalan Ngurah Rai.
Seluruh kendaraan berat akan diarahkan melalui Jalan Gajah Mada. Praktis hal itu akan memicu kepadatan, mengingat lebar jalan terbilang sempit untuk kendaraan besar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Buleleng, Cok Adithya Wiraputra Yudha menjelaskan, rekayasa arus lalu lintas merupakan tindak lanjut arahan Bupati agar kawasan titik nol steril dari kendaraan bertonase besar.
“Pengalihan ini sesuai arahan Bupati agar kawasan titik nol nantinya steril dari kendaraan truk dan kendaraan berat lainnya, termasuk bus,” ujarnya.
Berdasarkan data Dishub, pada jam sibuk porsi kendaraan berat di Jalan Veteran hanya sekitar 3 persen, di Jalan Ngurah Rai 2 persen, sedangkan di Jalan Gajah Mada 4 persen. Mayoritas arus lalu lintas masih didominasi sepeda motor dan mobil pribadi.
Dengan skema baru, volume kendaraan berat di Jalan Gajah Mada diperkirakan meningkat sekitar 3 persen. Jika dirinci, sebanyak 126 kendaraan berat per hari dari Jalan Veteran dan 94 unit dari Jalan Ngurah Rai.
Ratusan kendaraan itu akan bergabung dengan 204 kendaraan berat yang sebelumnya sudah melintas di Jalan Gajah Mada. Artinya, total truk dan bus yang melintas di Jalan Gajah Mada diprediksi mencapai 424 unit per hari.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan baru, Dishub akan melakukan simulasi rekayasa lalu lintas. Dishub juga telah melakukan koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Provinsi Bali terkait penyesuaian fase dan siklus lampu lalu lintas di sejumlah simpang terdampak, seperti Catus Pata, Gempol, hingga Kapten Muka.
Selama pengerjaan proyek berlangsung, pengalihan arus akan disesuaikan dengan tingkat urgensi pekerjaan. Distribusi material proyek hanya dilakukan pada malam hari, yakni setelah pukul 22.00 WITA, guna menekan risiko kemacetan.
Selain itu, Dishub Buleleng menyiagakan personel dalam dua shift serta menerapkan sistem on call pada jam-jam tertentu untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama proyek penataan titik nol berjalan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya