Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Empat KK Korban Banjir Bandang Banjar Akan Direlokasi. Giri Prasta Janji Siapkan Hunian Baru

Francelino Junior • Rabu, 11 Maret 2026 | 17:04 WIB

 

TINJAU BANJIR: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta saat meninjau dampak banjir bandang di aliran sungai Tukad Mendaum, Buleleng.
TINJAU BANJIR: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta saat meninjau dampak banjir bandang di aliran sungai Tukad Mendaum, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemprov Bali berencana merelokasi empat kepala keluarga (KK) yang terdampak paling parah akibat banjir bandang di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu para korban bangkit dari trauma sekaligus memberikan tempat tinggal yang lebih aman.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mengatakan, dari empat keluarga tersebut, satu rumah bahkan tersapu habis oleh banjir. 

Karena itu, pemerintah bersama Pemerintah Desa Banjar, Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta anggota DPRD tengah menyiapkan solusi penanganan bagi para korban.

“Sudah kami koordinasikan dengan pihak keluarga dan pada prinsipnya mereka bersedia dengan rencana relokasi tersebut,” kata Giri Prasta usai berkunjung ke Desa Banjar pada Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, jika relokasi dilakukan maka lokasi rumah lama para korban akan ditata kembali menjadi daerah aliran sungai (DAS) yang lebih representatif. 

Area tersebut juga dapat difungsikan sebagai jalur evakuasi apabila terjadi kondisi darurat di masa mendatang.

Giri Prasta mengungkapkan, kejadian luapan air di wilayah tersebut sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun bencana banjir kali ini merupakan yang paling besar dan berdampak luas bagi warga.

Sebanyak empat keluarga terdampak menjadi prioritas utama penanganan karena mereka kehilangan tempat tinggal. Pemerintah pun berupaya memastikan para korban tetap memiliki hunian yang layak.

“Yang kami pikirkan bagaimana memanusiakan manusia. Mereka harus tetap punya tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Namun, proses relokasi masih menghadapi kendala. Salah satu keluarga yang terdampak diketahui tidak memiliki lahan untuk membangun rumah baru. “Tentu akan kami carikan solusi untuk itu,” imbuhnya.

Nantinya Pemerintah Desa Banjar akan dibantu tim appraisal untuk mencari lahan pengganti. Jika lahan sudah tersedia, pemerintah akan membantu pembangunan rumah sehat layak huni bagi para korban.

Rumah tersebut dirancang dengan konsep sederhana, terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang keluarga, satu ruang tamu, serta satu kamar mandi.

Selain menyiapkan relokasi, Giri Prasta juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada para siswa yang terdampak banjir. Sebanyak 66 siswa SDN 5 Banjar masing-masing menerima bantuan Rp 800 ribu.

Dari jumlah tersebut, sebelas siswa diketahui mengalami dampak paling parah akibat banjir.

Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, maupun buku yang hilang atau rusak akibat bencana.

“Harapannya anak-anak ini bisa bangkit kembali dan tidak merasa minder dengan teman-temannya,” tandas Giri Prasta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #bali #Pemprov Bali #nyoman giri prasta #dprd #solusi #keluarga #Banjar #relokasi #banjir bandang #wakil gubernur bali #trauma #SDN 5 Banjar #banjir #buleleng