SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa hasil, tim SAR gabungan akhirnya menghentikan operasi pencarian terhadap satu korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Keputusan penghentian pencarian diambil pada Kamis (12/3/2026). Korban yang hingga kini belum ditemukan adalah Putu Wini, 17, yang dilaporkan hanyut saat banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Jumat (6/3/2026).
Kepala Pos SAR Buleleng, Donny Indrawan mengatakan, keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah berbagai upaya maksimal dilakukan oleh tim SAR gabungan, baik di darat maupun di laut.
“Sampai hari ketujuh kami melakukan upaya pencarian di darat sampai ke laut. Kami sudah lakukan pencarian dengan maksimal, namun hasilnya masih nihil,” ujarnya.
Menurut Donny, proses pencarian di darat sempat difokuskan pada sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut material banjir.
Tim juga sempat mendeteksi aroma tidak sedap yang diduga berasal dari jenazah. Namun setelah dilakukan pembongkaran menggunakan alat berat, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Di darat sempat tercium aroma yang kurang sedap, diduga mungkin ada jenazah, dibongkar dengan alat berat, hasilnya nihil,” katanya.
Pencarian juga diperluas hingga ke wilayah perairan laut. Tim SAR melakukan penyisiran dari muara sungai hingga ke perairan Temukus dan Seririt, namun hasilnya tetap nihil.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Pada hari-hari awal pencarian, kondisi cuaca kurang mendukung.
Selain itu, tumpukan material banjir berupa lumpur, kayu, dan sampah cukup tebal sehingga menyulitkan proses pencarian.
Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk mengerahkan alat berat untuk membuka timbunan material di sepanjang aliran sungai.
“Tumpukan sampah dan material cukup tebal. Alat berat sudah dikerahkan untuk mengoptimalkan proses pencarian, tapi tetap masih nihil,” tambahnya.
Donny memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penghentian operasi SAR dan keputusan tersebut telah dipahami oleh pihak keluarga.
Meski operasi resmi dihentikan, tim SAR tetap melakukan pemantauan apabila ada informasi baru terkait kemungkinan ditemukannya korban.
“Kami sudah sampaikan informasi ke masyarakat dan nelayan, kalau ada informasi barangkali ada ditemukan jenazah atau ciri-ciri korban, agar disampaikan kepada kami. Kami tetap memantau, barangkali ada tanda-tanda, kami akan buka lagi operasi pencarian,” pungkasnya.
Sementara itu keluarga korban menyatakan telah menerima keputusan yang diambil oleh tim SAR.
Selanjutnya pihak keluarga akan menyiapkan upacara pengabenan terhadap para korban.
Adapun upacara pengabenan akan berlangsung pada Rabu (25/3/2026) mendatang.
Sebelumnya, banjir bandang yang menerjang Desa Banjar menyebabkan empat korban jiwa.
Tiga korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Dewa Ketut Adi Suarjana, 55; Komang Suci, 44; serta Kadek Wahyu Gunawan, 12.
Sementara satu korban yang hingga kini belum ditemukan adalah Putu Wini Lestari, 17, pelajar di SMAN 2 Banjar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya