Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tekan Stunting, Pemkab Buleleng Salurkan Ratusan Paket Makanan Tambahan untuk Balita dan Ibu Hamil

Eka Prasetya • Jumat, 24 April 2026 | 15:14 WIB
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (kiri) menyerahkan bantuan kepada ibu hamil dan balita di Kelurahan Banyuasri. (Pemkab Buleleng)
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (kiri) menyerahkan bantuan kepada ibu hamil dan balita di Kelurahan Banyuasri. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi langsung ke masyarakat. 

Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.

Dalam penyaluran itu, tercatat sebanyak 81 orang menerima bantuan. Terdiri dari 19 balita terdampak stunting, 19 balita kategori kurang gizi, serta 43 ibu hamil. 

Selain itu, bantuan juga mencakup 100 dus paket makanan tambahan untuk balita dan 50 dus untuk ibu hamil. 

Program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah kelurahan.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima. Hal ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal demi mewujudkan generasi bangsa yang gemilang,” ujar Wabup Supriatna.

Ia menjelaskan, program pemberian makanan tambahan merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam menekan angka stunting di Buleleng. 

Upaya tersebut dijalankan melalui kolaborasi berbagai sektor, seperti PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dengan menyasar ibu hamil serta anak-anak berisiko stunting.

Penanganan juga diperkuat melalui pemanfaatan basis data dan pemantauan langsung di lapangan. 

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Buleleng berada di kisaran 13 persen. Sementara itu, data Dinas Kesehatan mencatat angka yang lebih rendah, yakni sekitar 3,35 persen.

Menurutnya, perbedaan data tersebut bukan menjadi hambatan, melainkan bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. 

Ia juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan, kader posyandu, serta pemerintah desa dan kelurahan yang aktif mendukung program ini.

“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci. Dengan kerja bersama, kita optimis angka stunting di Buleleng dapat terus ditekan,” tambahnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#balita #pemkab buleleng #stunting #buleleng #bantuan