Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Disabilitas Korban Banjir Dapat Rehab Rumah, Bupati Sutjidra Ajak Kolaborasi Entaskan Kemiskinan

Francelino Junior • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:02 WIB
SASARAN REHAB: Rumah warga disabilitas di Kelurahan Kampung Anyar yang akan direhabilitasi. (Pemkab Buleleng)
SASARAN REHAB: Rumah warga disabilitas di Kelurahan Kampung Anyar yang akan direhabilitasi. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ketut Juliadnyana, disabilitas yang mukim di Kelurahan Kampung Anyar akhirnya bisa sedikit bernafas lega.

Rumahnya yang rusak gara-gara terendam banjir, akhirnya mendapat perbaikan. Proses perbaikan itu dilakukan secara kolaborasi antara pemerintah, Buleleng Social Community, dan para donatur.

Lewat kolaborasi tersebut, masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengapresiasi kepedulian serta gerak cepat Buleleng Social Community yang berhasil merealisasikan rehabilitasi rumah Juliadnyana. 

Menurutnya, masih banyak rumah tidak layak huni di Buleleng yang membutuhkan perhatian bersama sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk mempercepat penanganannya.

“Terima kasih atas kepedulian yang terus diberikan, tidak hanya di sini. Ke depan masih banyak tempat lain yang juga membutuhkan. Dengan begitu kita bisa mengentaskan dan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Buleleng,” ujar Sutjidra.

Sutjidra mengatakan, pemerintah tahun ini telah mengalokasikan anggaran untuk merehabilitasi lebih dari 400 unit RTLH yang tersebar di berbagai wilayah. 

Pelaksanaan program tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kondisi lapangan.

Sementara itu, Ketua Buleleng Social Community, Eka Tirtayana, mengungkapkan bahwa rehabilitasi rumah Juliadnyana berawal dari laporan yang diterima dari pihak kelurahan dan kecamatan. 

Setelah dilakukan pengecekan, BSC kemudian menggalang bantuan dari para donatur untuk mendukung proses pembangunan.

Menurutnya, kolaborasi berjalan dengan baik karena selain dukungan pendanaan dari para donatur, pemerintah daerah juga turut membantu proses pelaksanaan pembangunan. 

Renovasi rumah berlangsung selama sekitar dua bulan dengan total biaya mencapai Rp 28 juta yang digunakan untuk pembongkaran, pembersihan, hingga pembangunan kembali rumah tersebut.

“Kami menggunakan dua tukang profesional yang kami bayar. Sisanya setiap hari Jumat, teman-teman kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan kelurahan bergotong royong bersama,” jelasnya.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas sosial, dan para donatur, upaya pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Buleleng diyakini dapat berjalan lebih cepat. 

Sehingga semakin banyak warga yang dapat menikmati hunian yang layak dan bermartabat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#rumah #donatur #buleleng