SINGARAJA, RadarBuleleng.id - PLTU Celukan Bawang memastikan pasokan batu bara untuk operasional pembangkit listrik di Bali masih dalam kondisi aman.
Meski sempat mengalami kendala pengiriman, seluruh unit pembangkit tetap beroperasi normal tanpa gangguan.
General Affair PT General Energy Bali (GEB), Indriati Tanu Tanto, mengatakan ketersediaan batubara di PLTU Celukan Bawang saat ini mencapai sekitar 27 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Juli–Agustus 2026.
“Sampai saat ini, PLTU Celukan Bawang aman-aman saja. Suplai batubara aman dan terpenuhi. PLN tetap memantau dan sigap untuk membantu,” ujarnya pada Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, pemasok batu bara saat ini memang memprioritaskan pengiriman ke sejumlah pembangkit listrik besar di Pulau Jawa. Namun, kebutuhan pasokan untuk PLTU di Kabupaten Buleleng itu tetap terjamin.
PLTU Celukan Bawang diketahui menyuplai sekitar 30 persen kebutuhan listrik Bali. Pembangkit ini bersama PLTDG Pesanggaran menjadi penopang utama pasokan listrik di Pulau Dewata.
Vice Manager Teknik PT GEB, Helmy Rosadi, mengatakan PLTU Celukan Bawang beroperasi sebagai base load atau pembangkit yang bekerja penuh selama 24 jam.
“PLTU Celukan Bawang sifatnya baseload. Artinya beroperasi 24 jam. Kami terima informasi, PLN tidak mengizinkan pemadaman listrik bergilir di Bali, karena pusat pariwisata,” ungkapnya didampingi Reliability Engineer PT GEB, Bilmard.
Saat ini beban puncak listrik di Bali mencapai sekitar 1.268 MW. Namun kondisi tersebut masih dapat diatasi karena penggunaan listrik belum meningkat tajam akibat pengaruh cuaca dari Australia.
Helmy menambahkan, kendala yang dihadapi saat ini hanya terkait distribusi batu bara, sementara seluruh unit pembangkit di PLTU Celukan Bawang tetap bekerja optimal. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya