Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

269 Ribu Kepala Keluarga di Buleleng Ditarget Masuk Sistem Perlinsos Digital

Francelino Junior • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:31 WIB
KEBUT PENDATAAN: Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa. (Pemkab Buleleng)
KEBUT PENDATAAN: Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng menargetkan seluruh kepala keluarga di daerahnya masuk dalam sistem digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) paling lambat 31 Juli 2026. 

Untuk mempercepat pendataan tersebut, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta ikut terlibat aktif, mulai dari menginput data keluarga sendiri hingga mendampingi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan karena Buleleng ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan (piloting project) digitalisasi perlinsos di Provinsi Bali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, setiap ASN diwajibkan melakukan penginputan data keluarganya secara mandiri. 

Proses tersebut nantinya akan dipantau langsung oleh pimpinan masing-masing perangkat daerah agar target pendataan dapat tercapai sesuai jadwal.

"Data ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan sosial," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Suyasa menjelaskan, digitalisasi perlinsos bertujuan menghasilkan basis data yang lebih akurat melalui integrasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih valid sehingga penyaluran bantuan sosial bisa dilakukan tepat sasaran berdasarkan klasifikasi desil.

Ia menambahkan, proses pendataan juga dibuat sederhana. Masyarakat cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), kemudian sistem akan menampilkan data yang telah terintegrasi. 

Karena itu, ASN diharapkan turut membantu warga yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran, terutama mereka yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.

"Karena itu, kami mengajak seluruh ASN bergotong royong membantu masyarakat agar target pendataan dapat tercapai," tambahnya.

Program digitalisasi perlindungan sosial ini merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. 

Pendataan tidak hanya menyasar calon penerima bantuan, tetapi seluruh kepala keluarga di Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, I Putu Kariaman Putra menyebutkan, terdapat 269.323 kepala keluarga yang menjadi sasaran pendataan. 

Masyarakat dapat melakukan penginputan secara mandiri apabila telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD), maupun melalui pendampingan agen perlinsos.

"Ada 269.323 kepala keluarga yang menjadi target pendataan. Saat ini telah disiapkan 3.371 agen perlinsos untuk mendukung percepatan penginputan data di lapangan," jelas Kariaman Putra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #keluarga #asn #buleleng